Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Ayah Minta Anaknya Gantikan untuk Dipenjara, Safik Mengaku Sudah Tua Sakit-sakitan

Menurut Safik, ia sengaja minta digantikan oleh putra sulungnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan karena telah berusia lanjut.

SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Safik saat diamankan anggota dari Polres OKU Selatan. 

KASUS kecelakaan terhadap yang menewaskan dua anak, Hola (4) dan Natasya (4) di Gedung Baru Kec BPR Ranau Tengah, terungkap. Ternyata Ahsan (37) yang sempat diamankan bukan pelaku sebenarnya, melainkan ayahnya, Safik (65).

Hal tersebut terungkap dari petunjuk postur tubuh di rekaman CCTV serta kejanggalan dalam pengakuan Ahsan (37) di hadapan polisi.

Ahsan yang semula berniat mempertanggungjawabkan perbuatan ayahnya, Safik yang menabrak dua anak, akhirnya dibebaskan oleh pihak kepolisian OKU Selatan.

Sementara Safik yang sehari-hari menjalankan usaha sebagai tauke kopi di Desa Serumpun Jaya diamankan pihak kepolisian.

Ia biasa melintas di tempat kejadan di Desa Gedung Baru Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT).

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi Senin (4/1) pukul 10.00 WIB siang.

Menurut Safik, ia sengaja minta digantikan oleh putra sulungnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan karena telah berusia lanjut.

"Kan aku sudah tua, usia sudah lanjut, kalau misalkan bisa diganti maksud saya dia yang jalan hukuman saya dan dia (anak saya) mau," ujar Safik, Kamis (7/1).

Pria paruh baya tersebut mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melakukan musyawarah secara keluarga dan tanpa paksaan terhadap anaknya. Hal itu ditambah kondisi Safik yang kerap sakit-sakitan.

"Kita bermusyawarah termasuk dengan Ahsan, terkait bagaimana kalau dia menggantikan posisi aku karena aku sudah tua mana penyakitan," terang Safik.

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved