Komunisme
Komunisme Dan Kurikulum Pendidikan Di Indonesia
Indonesia memiliki pengalaman kelam mengenai komunisme melalui beberapa kali kasus kekerasan yang melibatkan para pengikut berhaluan komunis
DR Abdurrahmansyah
Dosen FITK UIN Raden Fatah Palembang
Indonesia memiliki pengalaman kelam mengenai komunisme melalui beberapa kali kasus kekerasan yang melibatkan para pengikut berhaluan ideologi komunis yang sempat muncul dan berkembang di Indonesia.
Sejarah tragedi berdarah yang melibatkan PKI sebagai partai politik besar yang berhaluan sosialisme komunis terjadi pada tahun 1965 yang dikenal dengan Gestapu (Gerakan Tiga Puluh September) dan memakan korban beberapa jenderal TNI.
Setelah peristiwa Gestapu, keberadaan ideologi komunis di Indonesia secara praktis dibungkam dan dinyatakan sebagai ideologi terlarang berdasarkan TAP MPRS Nomor: XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia.
Sekaligus menegaskan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran komunis/Marxisme-Leninisme di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Semenjak Indonesia merdeka tahun 1945 sampai 1966, ideologi komunisme berkembang luas di kalangan bangsa Indonesia dan mewarnai kebijakan pendidikan di Indonesia pada kurun waktu itu.
Tulisan singkat ini berupaya untuk mendeskripsikan posisi ideologi komunisme dalam sistem kebijakan pendidikan termasuk penetrasi ideologi komunisme dalam kurikulum pendidikan.
Komunisme dan Kurikulum di Indonesia
Kurikulum merupakan suatu kebijakan publik karena kurikulum yang dinyatakan berlaku berdampak kepada kehidupan sebagian terbesar masyarakat.
Berdampak kepada pembiayaan yang dikeluarkan pemerintah dan masyarakat, berdampak kepada kehidupan bangsa di masa mendatang.
Selain itu memiliki keterikatan dengan tata kehidupan masyarakat yang dilayani kurikulum.
Oleh karena itu kurikulum tidak mungkin menjadi suatu keputusan atau kebijakan apabila tidak mendapat dukungan politik (politically viable).
Aspek kurikulum yang paling banyak berkenaan dengan unsur politik adalah aspek ide kurikulum.
Karena kurikulum adalah isi dan jantungnya pendidikan (Klein, 2000), maka kekuatan yang mampu mempengaruhi kurikulum berarti mampu menguasai proses dan hasil pendidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/abdurrahman-uin.jpg)