Rencana Awal Sepanjang 700 Meter, Flyover Simpang Sekip Dipotong 300 Meter
Patok atau tanda pembangunan flyover pun telah dilakukan pihak terkait dengan memberi tanda pada batas-batas lokasi.
PALEMBANG, SRIPO -- Flyover Simpang Sekip atau simpang Jl Angkatan 66 mulai dibangun 2021 mendatang. Namun panjang bentangan flyover (jembatan layang) tersebut berubah dari rencana awal sepanjang 700 meter menjadi 400 meter saja setelah direview dengan tujuan efisiensi.
Dari pantauan di lapangan, Rabu (4/11) Kantor Camat Kemuning yang akan terkena pembebasan lahan berada persis di samping lampu merah Jalan Angkatan 66 Palembang telah rata dengan tanah.
Patok atau tanda pembangunan flyover pun telah dilakukan pihak terkait dengan memberi tanda pada batas-batas lokasi yang akan terkena pembangunan flyover tersebut.
Baca juga: Flyover Angkatan 66 Mulai Dibangun Tahun Depan, Pemkot Butuh Dana 80 Miliar untuk Pembebasan Lahan
Kepala BBPJN V, Kgs Syaiful Anwar mengungkapkan saat ini rencana pembangunan flyover tersebut sudah matang, hanya saja masih menunggu pembebasan lahan di sekitar lokasi tersebut.
Kematangan administrasi pun diklaim sudah siap. Mulai dari feasibility study (FS), detail Engineering Design (DED) dan sebagainya.
Diakuinya, DED bahkan sudah siap sejak 2016 lalu dengan rencana awal flyover memiliki panjang sekitar 700 meter. Namun setelah di review ulang, flyover tersebut direncanakan memiliki panjang 400 meter.
"Setelah di review kita sepakati membangun flyover dengan panjang 400 meter. Ini sebagai upaya efisiensi dan memang sudah dikaji ulang,” katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan flyover tersebut guna memecah kepadatan lalu lintas di Kota Palembang khususnya di kawasan tersebut.
Baca juga: Pembangunan Flyover Simpang Sekip Dipastikan Terus Lanjut, Pemkot Palembang Siapkan 24 M Bebas Lahan
Rencananya pembangunan flyover akan dimulai tahun depan, sebab pada tahun ini pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumsel masih mematangkan kesiapan lahan.
“Anggaran kita sudah siapkan sekitar Rp 251 miliar untuk pembangunan flyover ini. Dan nantinya akan dikerjakan dengan multiyears dengan dua tahun anggaran,” ungkap Syaiful.
Selain flyover Simpang Sekip Palembang, nantinya juga akan direncanakan pembangunan underpass tidak jauh dari kawasan tersebut. Tujuannya tetap sama untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
"Nanti flyover Sekip terhubung juga dari Simpang Polda ke arah Pusri. Dari arah Pusri ada underpass. Jadi setelah pengendara melalui underpass biasanya akan kena macet di Simpang Sekip," ujarnya.
Rp 80 Miliar
Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari mengatakan, setelah pembebasan lahan selesai maka tahun depan progres pembangunan fisik akan bisa mulai dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah V, menggunakan dana APBN.
"Kita hanya ditugaskan untuk pembebasan lahan saja. Dengan total anggaran keseluruhan Rp 80 miliar. Namun, ini kita sharing dengan Pemprov Sumsel. Pemkot sudah anggarkan Rp 24 miliar untuk pembebasan lahan," katanya, Rabu (4/11).
Bastari mengatakan, untuk berapa banyak persil yang dibebaskan dan berapa nilai pembebasan ganti rugi pihaknya tidak mengetahui detil pasti karena sepenuhnya dilakukan oleh KJPP.