Pesan Maulid Kepada Pemuda
Mendidik Karakter Melalui Kecintaan
Ada yang menarik dari tradisi peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di kalangan muslim Indonesia yang mungkin tidak akan ditemukan di negara muslim
Kedua karakter penting itu, justru dapat dengan efektif terbentuk melalui dorongan psikologis yang paling dalam yaitu kecintaan.
Cinta Nabi dan Pembentukan Karakter
Menurut para ahli, cinta Tuhan dan kebenaran (love Allah, trust, reverence loyalty) adalah salah satu karakter yang penting ditumbuhkan pada diri seseorang melalui pendidikan.
Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk kepribadian seseorang sehingga menjadi pribadi baik dan berakhlak karimah.
Pola pendidikan karakter salah satunya dapat dilakukan melalui desain pendidikan karakter berbasis komunitas.
Masyarakat di luar lembaga pendidikan, seperti keluarga, masyarakat umum, termasuk majelis taklim dan komunitas keagamaan lainnya juga memiliki tanggung jawab moral.
Tanggungjawab untuk mengintegrasikan pembentukan karakter dalam konteks kehidupan mereka.
Ketika lembaga formal dan pranata sosial lainnya lemah dalam membentuk moralitas masyarakat, maka masyarakat dengan tradisi pendidikan non formalnya dapat menjadi harapan untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan keteladanan kepada umat secara luas.
Salah satu bentuk aktualisasi peringatan maulid Nabi Muhammad adalah pembacaan sejarah hidup beliau mulai dari masa kelahiran, remaja, dewasa, masa kenabian, dan akhir hayatnya.
Secara konten melalui peringatan maulid Nabi masyarakat secara massif mendapatkan pengajaran sejarah (historical teaching) yang runtut sekaligus mendapatkan nuansa penghayatan konteks kehidupan nabi yang otentik.
Pendidikan sejarah atau mengajarkan materi tentang sejarah secara akademik memiliki arti yang strategis dalam pembentukan watak.
Oleh karena itu, muatan konten sejarah nabi yang dibacakan pada peringatan maulid menemukan signifikansinya sebagai bentuk pendidikan budi pekerti yang sangat penting dan memiliki nilai fungsional untuk membentuk karakter umat dan bangsa.
Dari sisi urutan menyajian konten (sequence) materi sejarah hidup Nabi Muhammad, khususnya pada masa remaja dapat dijadikan model kehidupan bagi para pemuda Indonesia untuk mempersiapkan diri menuju masa dewasa yang lebih bermakna.
Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia banyak sekali melibatkan pemuda sebagai setting perjuangan yang melahirkan momentum kebangkitan bangsa sekaligus membentuk simbol persatuan.
Peristiwa Soempah Pemoeda pada tanggal 28 Oktober 1928 silam menunjukkan betapa besar peran dan posisi pemuda sebagai ujung tombak perjuangan untuk mempersatukan bangsa dalam perbedaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/abdurrahman-uin.jpg)