Tiga Mutiara Kehidupan

Tiga Mutiara Kehidupan Hamba Allah

Menurut Ali bin Abi Tholib, sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah SAW, ada tiga mu­­tiara yang harus kita miliki dalam meniti kehidupan ini.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Drs. HM. Daud Rusjdi AW 

Oleh : Drs. HM. Daud Rusjdi AW 

Da’i Bid Tadwin/Pengurus Masjid Al Qodr 5 Ulu Palembang.

 

Menurut Ali bin Abi Tholib, sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah SAW, ada tiga bu­ah mu­­tiara yang harus kita miliki dalam meniti kehidupan ini.

Mutiara per­tama yang ha­­rus kita miliki yaitu berbunyi, dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah Islam se­ba­gai nikmat ba­gimu. 

Mu­tiara kedua berbunyi, dari sekian banyak kesibukan, cukuplah ke­ta­­­atan sebagai kesibukan bagimu.

 Sedangkan mutiara ketiga yang perlu dimiliki yaitu berbunyi dari se­ki­an banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu.

Apabila dikupas secara mendalam, maka mutiara kehidupan yang pertama memiliki pe­nger­tian bahwa jadikanlah Islam itu sebagai kenikmatan.

Dalam menjalankan kehdupan i­ni, kita pasti ingin mendapatkan kenikmatan yang banyak, siapapun orangnya.

Namun da­­ri sekian banyak kenikmatan yang kita rasakan seperti saja kesehatan, kesempatan, ke­nik­­mat­an dan lain-lain, maka sebagaimana harus kita jadikan dan rasakan, Islam sebagai ke­nik­matan yang paling utama, paling besar dan paling berharga.

Mengapa demikian?

Karena agama Islam adalah agama yang paling benar, sehingga da­pat dijadikan petunjuk hidup yang sangat berharga, baik semasa masih berada di dunia mau­pun kelak di akhirat.

Apalagi Allah SWT telah menyatakan Islam sebagai agama ya­ng sempurna serta kenikmatan yang dicukupkan sebagaimana firman Allah dalam Al Quran Surat Al Mai­dah 3 :”pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucu­kup­kan kepadamu rahmat-Ku serta kuridhoi Islam itu menjadi agama ba­gimu”

Manakala Islam telah kita akui sebagai kenikmatan terbesar, maka kita akan antusias pe­nuh semangat untuk menjalani kehidupan ini sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Dan ketika sya­ri’at Islam kita laksanakan maka kitapun dapat merasakan kenikmatannya,yang mem­buat kita a­kan terus berada di jalan yang benar dan selalu diridhoi-Nya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved