Tiga Mutiara Kehidupan
Tiga Mutiara Kehidupan Hamba Allah
Menurut Ali bin Abi Tholib, sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah SAW, ada tiga mutiara yang harus kita miliki dalam meniti kehidupan ini.
Dan terakhir, kita total kedua perbuatan itu. Apabila hasilnya lebih banyak buruknya pertanda kita adalah orang yang merugi.
Kerugian seperti ini sudah seharusnya lebih kita renungi dan segera berupaya memperbaikinya dengan jalan merubah jalan hidup kita.
Namun sebaliknya jika kebaikan lebih mendominasi keburukan maka itulah pertanda kita beruntung.
Keberuntungan itupun belum menjamin kita untuk diterima Allah di dalam surga-Nya.
Lupa akan mati memang dapat dipahami, dalam arti manusia memang sering melupakan bahwa dia akan mati.
Akan lebih parah lagi apabila mereka juga lupa menyiapkan bekal berupa amal sholeh untuk kehidupan sesudah mati.
Dalam kaitan inilah ketika ada orang yang mati, seharusnya peristiwa itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi yang masih hidup, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: ”Cukuplah kematian sebagai pelajaran atau nasihat”.
Mngenai kematian ini Rasulullah SAW pernah ditanya sahabatnya, ”Ya Rasulullah, kalau nanti Rasulullah SAW meninggalkan kami, kemana tempat kami meminta nasihat ?.
Apa jawaban Rasulullah SAW?
Aku tinggalkan kepada kamu dua macam nasihat, yang pertama dapat berkata-kata dan yang kedua diam membisu.
Yang dapat berkata-kata adalah Al Quranul Karim, sedangkan yang diam itu adalah kematian.
Apabila kita sudah dapat mengambil pelajaran dari kematian seseorang, paling tidak ada dua hal yang penting yang harus kita lakukan dalam hidup ini.
Pertama, kita akan berusaha untuk mati dalam keadaan tunduk, patuh dan taat kepada Allah SWT setiap saat, karena mati merupakan rahasia-Nya Allah yang bisa terjadi kapan saja.
Karenanya bagi kita tidak penting kapan enaknya waktu mati, tetapi yang terpenting apakah kita mati dalam penuh ketaatan kepada Allah SWT.
Firman Allah dalam QS Ali Imran 102 :”Hai orang-orang yang beriman, bertawaqqal kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.
Kedua, selalu memperbanyak amal sholeh, karena mati dalam hidup ini bukanlah akhir dari segalanya.
Mati itu sebenarnya merupakan awal dari kehdupan yang baru, yakni kehidupan akhirat, yang enak atau tidaknya tergantung dngan seberapa banyak amal sholeh yang dilakukan semasa hidup di dunia ini.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Kahfi 110 :
”Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Allah, maka hendaklah ia mengerjakan amal sholeh dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Allahnya”.
Inilah tiga buah mutiara yang harus kita pegang dalam meniti kehidupan di dunia ini, agar diharapkan kita akan berhasil di dunia dan beruntung di akhirat.
Wallahu a’lam bissawab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/daudr_20181102_131709.jpg)