Tiga Mutiara Kehidupan

Tiga Mutiara Kehidupan Hamba Allah

Menurut Ali bin Abi Tholib, sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah SAW, ada tiga mu­­tiara yang harus kita miliki dalam meniti kehidupan ini.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Drs. HM. Daud Rusjdi AW 

Dan terakhir, kita total kedua per­­bu­atan itu. Apabila hasilnya lebih banyak buruknya pertanda kita adalah orang yang me­rugi.

Kerugian seperti ini sudah seharusnya lebih kita renungi dan segera berupaya mem­per­ba­ikinya dengan jalan merubah jalan hidup kita.

Namun sebaliknya jika keba­ik­an lebih men­do­minasi keburukan maka itulah pertanda kita beruntung.

Keberuntungan itu­pun be­lum menjamin kita untuk diterima Allah di dalam surga-Nya.

Lupa akan mati memang dapat dipahami, dalam arti manusia memang sering melupakan bah­wa dia akan mati.

 Akan lebih parah lagi apabila mereka juga lupa menyiapkan bekal be­­rupa amal sholeh untuk kehidupan sesudah mati.

 Dalam kaitan inilah ketika ada orang ya­ng mati, seharusnya peristiwa itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi yang ma­­­sih hidup, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: ”Cukuplah kematian sebagai pe­la­jar­an atau nasihat”.

Mngenai kematian ini Rasulullah SAW pernah ditanya sahabatnya, ”Ya Rasulullah, ka­lau nan­ti Rasulullah SAW meninggalkan kami, kemana tempat kami meminta nasihat ?.

Apa ja­wab­an Rasulullah SAW?

Aku tinggalkan kepada kamu dua macam nasihat, yang per­tama da­pat berkata-kata dan yang kedua diam membisu.

Yang dapat berkata-kata ada­lah Al Qur­anul Karim, sedangkan yang diam itu adalah kematian.

Apabila kita sudah da­pat meng­am­bil pelajaran dari kematian seseorang, paling tidak ada dua hal yang penting yang harus kita lakukan dalam hidup ini.

Pertama, kita akan berusaha untuk mati dalam keadaan tunduk, patuh dan taat kepada Allah SWT setiap saat, karena mati merupakan rahasia-Nya Allah yang bisa terjadi ka­pan saja.

Karenanya bagi kita tidak penting kapan enaknya waktu mati, tetapi yang ter­penting apakah kita mati dalam penuh ketaatan kepada Allah SWT.

Firman Allah dalam QS Ali Imran 102 :”Hai orang-orang yang beriman, bertawaq­qal­ kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, janganlah seka­li-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.

Kedua, selalu memperbanyak amal sholeh, karena mati dalam hidup ini bukanlah akhir dari segalanya.

Mati itu sebenarnya merupakan awal dari kehdupan yang baru, yakni ke­hidupan akhirat, yang enak atau tidaknya tergantung dngan seberapa banyak amal sho­leh yang dila­ku­­kan semasa hidup di dunia ini.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Kahfi 110 : 

”Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Allah, maka hendaklah ia mengerjakan amal sholeh dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beri­ba­dah kepada Allahnya”.

Inilah tiga buah mutiara yang harus kita pegang dalam meniti kehidupan di dunia ini, a­gar diharapkan kita akan berhasil di dunia dan beruntung di akhirat.

Wallahu a’lam biss­a­wab.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved