Tiga Mutiara Kehidupan

Tiga Mutiara Kehidupan Hamba Allah

Menurut Ali bin Abi Tholib, sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah SAW, ada tiga mu­­tiara yang harus kita miliki dalam meniti kehidupan ini.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Drs. HM. Daud Rusjdi AW 

”Katakanlah, taatlah kepada Allah SWT dan taatlah kepada Rasul, dan jika kamui berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang di­be­bankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibe­ban­kan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapatkan petunjuk, dan tidak lain kewajiban Rasul itu menyampaikan amanat Allah dengan terang”.

Bila di dunia sudah memperoleh petunjuk Allah SWT yang membuatnya semakin sibuk da­­lam ketaatan, maka pahala yang besar akan diperoleh nya dan Allah menjamin tidak a­kan dikurangi sedikitpun.                

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Hujurat 14: ”dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan tidak akan mengurangi sedikit­pun pa­hala ama­lanmu. Sesungguhnya Allah swt Maha Pengampun lagi Maha Penya­ya­ng”.

Muriara kehidupan ketiga yang perlu kita miliki oleh setiap kaum muslimin yaitu, hen­dak­lah menjadikan peristiwa kematian sebagai pelajaran.

Mati merupakan suatu kepas­tian yang akan dialami oleh setiap orang, bahkan kepada setiap yang bernyawa.

Namun de­mi­kian tidak sedikit manusia yang lupa bahwa dia akan mati sehingga didalam Islam di­kenal a­da­nya perintah untuk dzikrul maut atau mengingat kematian.

Diharapkan dengan selalu me­ng­ingat mati, seseorang akan berisap-siap, karena mati tidak diperkirakan oleh sia­papun ju­ga selain Allah SWT.

Oleh sebab itu ajaran Islam menggariskan kepada pengikutnya agar dapat mem­per­gu­na­kan waktu selagi hidup dengan sebaik-baiknya.

Dimasa selagi hidup inilah kesempatan ki­ta me­raup pahala sebagai bekal kelak setelah kita mati.

Tentunya semua orang berha­rap terma­suk kita agar menjadi orang yang beruntung di akhirat kelak untuk ditempatkan Allah di da­lam surga yang penuh dengan segala kenikmatan.

Agar dapat dimasukkan ke da­lam surga yang penuh dengan segala kenikmatan itu kita diwajibkan untuk mem­persiapkan bekal se­banyak-banyaknya sejak dini dari dunia ini.

Ja­di sudah sewajarnya manakala kita mempergunakan kesempatan yang ada ini sebelum hilang kesempatan itu untuk mengingat Allah SWT dengan cara melaksanakan segala pe­­rin­tah­-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Akan bijaksana, terpuji dan berman­fa­at a­pa­bi­la kita selalu berkesempatan mawas diri, sekedar merenungi perjalanan hidup.

Ma­­was diri da­lam arti menghitung–hitung sudah berapa banyak pahala yang kita peroleh dan bera­pa be­sar pula dosa yang sudah kita perbuat.

Kita himpun semua perbuatan yang baik yang telah kita kerjakan, kemudan kita rekap pula perbuatan yang menyimpang dari ajaran Allah SW.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved