Tiga Mutiara Kehidupan

Tiga Mutiara Kehidupan Hamba Allah

Menurut Ali bin Abi Tholib, sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah SAW, ada tiga mu­­tiara yang harus kita miliki dalam meniti kehidupan ini.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Drs. HM. Daud Rusjdi AW 

Seandainya saja Islam boleh kita umpamakan seperti makanan yang lezat, maka hanya orang sakit yang tidak tertarik dan tidak bisa merasakan kelezatannya.

Karenanya apabila di dalam hati terdapat penyakit, maka kita tidak antusias melaksanakan ajaran Islam.

A­pa­bila kita laksanakan juga, kitapun tidak merasakan kelezatannya, dan begitulah yang dirasakan oleh orang-orang yang munafik sebagai mana firman Allah dalam QS Al Ba­qa­­rah 10 :

”Fii kulu bihim mrodun pazadahu mullau marodo walahum ’azabun aliimu bima kanu yakzibun” yang artinya, dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan baru mereka siksa dengan pedih disebabkan mereka berdusta.

Karena Islam merupakan kenikmatan terbesar dalam kehidupan di dunia dan akhirat, ma­ka setiap kita akan berbuat selalu bersemangat dalam menjalankan ajaran Islam.

Bah­kan bila per­lu kita bagikan kelezatan Islam itu kepada orang lain dengan men­dak­wah­kan­nya, tentu de­ngan cara dan metode yang diajarkan Allah swt dan Rasul-Nya.

Mutiara kehidupan kedua adalah menjadikan ketaatan sebagai kesibukan.

Saat ini ba­nyak o­­ra­ng sibuk dan taat dengan kegiatannya masing-masing yang bertujuan untuk me­lengkapi ke­butuhan hidupnya.

Mereka mengumpulkan harta benda dengan sebanyak-ba­nyak­nya se­hi­ng­ga bila perlu dengan berbagai jalan termasukapakah dngan jalan halal a­tau haram.

Dengan begitu tidak jarang kemudian melupakan ketaatannya kepada Allah SWT.

Se­da­ng­­­kan ke­taatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya merupakan suatu kewajiban yang ha­rus di­wu­judkan dalam kehidupan ini, bahkan hal ini harus menjadi kesibukan kita sehari-ha­ri.

Ketaatan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya harus menjadi kesibukan utama kaum mus­limin, ditandai dengan segala seruan dalam kerangka selalu disambut secara positif, se­­suai dengan firman Allah dalam QS. Al Nur 51 : 

”Sesungguhnya jawaban orang-ora­ng mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (me­ng­adili) diatara mereka ialah ucapan : kami men­dengar dan kami patuh, dan mereka itu­lah orang-orang yang beruntung”.

 Salah satu keuntungan sangat penting yang kita peroleh bila sibuk dalam ketaatan kepada Allah SWT adalah memperoleh petunjuk-Nya yang lebih banyak lagi.

Sebagaimana sa­lah satu firman-Nya 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved