Tiga Mutiara Kehidupan
Tiga Mutiara Kehidupan Hamba Allah
Menurut Ali bin Abi Tholib, sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah SAW, ada tiga mutiara yang harus kita miliki dalam meniti kehidupan ini.
Seandainya saja Islam boleh kita umpamakan seperti makanan yang lezat, maka hanya orang sakit yang tidak tertarik dan tidak bisa merasakan kelezatannya.
Karenanya apabila di dalam hati terdapat penyakit, maka kita tidak antusias melaksanakan ajaran Islam.
Apabila kita laksanakan juga, kitapun tidak merasakan kelezatannya, dan begitulah yang dirasakan oleh orang-orang yang munafik sebagai mana firman Allah dalam QS Al Baqarah 10 :
”Fii kulu bihim mrodun pazadahu mullau marodo walahum ’azabun aliimu bima kanu yakzibun” yang artinya, dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan baru mereka siksa dengan pedih disebabkan mereka berdusta.
Karena Islam merupakan kenikmatan terbesar dalam kehidupan di dunia dan akhirat, maka setiap kita akan berbuat selalu bersemangat dalam menjalankan ajaran Islam.
Bahkan bila perlu kita bagikan kelezatan Islam itu kepada orang lain dengan mendakwahkannya, tentu dengan cara dan metode yang diajarkan Allah swt dan Rasul-Nya.
Mutiara kehidupan kedua adalah menjadikan ketaatan sebagai kesibukan.
Saat ini banyak orang sibuk dan taat dengan kegiatannya masing-masing yang bertujuan untuk melengkapi kebutuhan hidupnya.
Mereka mengumpulkan harta benda dengan sebanyak-banyaknya sehingga bila perlu dengan berbagai jalan termasukapakah dngan jalan halal atau haram.
Dengan begitu tidak jarang kemudian melupakan ketaatannya kepada Allah SWT.
Sedangkan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya merupakan suatu kewajiban yang harus diwujudkan dalam kehidupan ini, bahkan hal ini harus menjadi kesibukan kita sehari-hari.
Ketaatan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya harus menjadi kesibukan utama kaum muslimin, ditandai dengan segala seruan dalam kerangka selalu disambut secara positif, sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al Nur 51 :
”Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) diatara mereka ialah ucapan : kami mendengar dan kami patuh, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.
Salah satu keuntungan sangat penting yang kita peroleh bila sibuk dalam ketaatan kepada Allah SWT adalah memperoleh petunjuk-Nya yang lebih banyak lagi.
Sebagaimana salah satu firman-Nya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/daudr_20181102_131709.jpg)