Breaking News:

Lapor Mang Sripo

Tarif Rapid Test Rp 150 Ribu Belum Diterapkan

Tarif rapid test di berbagai rumah sakit dan laboratorium klinik kesehatan di Palembang bervariasi yakni mulai dari Rp 245ribu hingga Rp 700ribu.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
ILustrasi - Sejumlah wartawan saat melakukan rapid test dalam rangka untuk melipu acara ku nker Kajagung RI dan Gubernur di Muaraenim, Senin (7/9/2020). 

SRIPOKU.COM - Kepada Yth Pihak kesehatan yang berwenang dengan penanganan Covid-19 Sumatera Selatan.

Yang menjadi pertanyaan masyarakat, mengapa tarif Rapid Test berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nomor HK.02.02/I­/2875/2020 tentang pembatasan tarif tertinggi rapid test mandiri paling mahal Rp150 ribu belum diterapkan di Sumsel.

Saat ini tarif rapid test di berbagai rumah sakit dan laboratorium klinik kesehatan di Palembang bervariasi yakni mulai dari Rp 245 ribu hingga Rp700 ribu.

Apakah mutlak orang yang hendak berpergian mesti melampirkan surat keterang hasil pemeriksaan ini.

Terima kasih 08589638****

Wartawan dan Panitia Penyambut Kunjungan Gubernur dan Kejagung RI ke Muaraenim Dilakukan Rapid Test

Inilah Beberapa Fakta Nutrisi Jambu Biji

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

JAWAB:
Keberatan Sampaikan ke Kemenkes Melalui Dirjend Yankes
Terima kasih atas pertanyaannya. Terkait edaran tentang besaran tarif tertinggi pe­meriksaan rapid test antibodi yang ditujukan langsung ke seluruh yang terkait, antara lain Dinkes Provinsi, Dinkes kabupaten kota, Direktur Rumah Sakit, Persi, Ketua Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN), Ketua perhimpunan klinik dan fasyankes primer (PKFI), Ketua Adinkes seluruh Indonesia dan Ketua Ikatan Laboratorium Klinik Indonesia.

Edaran ini untuk dilaksanakan, namun jika ada kendala atau permasalahan pelak­sa­na­annya di lapangan atau keberatan yang rasional, supaya disampaikan langsung ke Ke­menkes melalui Dirjend Yankes, agar menjadi masukan dalam menetapkan kebi­jakkan selanjutnya jika diperlukan, untuk menghindari terjadinya masalah baru atau ketidak sinkronan di lapangan.

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Sedangkan untuk pelaku perjalanan yang ada surat tugas, termasuk DPRD, ASN, non ASN, gugus tugas penanganan covid di Pemprov Sumsel, dengan menunjukkan surat tugas, dapat dilakukan rapid tes di RSUD Siti Fatimah tanpa dipungut biaya.

Sedangkan pemeriksaan rapid juga swab terkait keperluan tracking dalam penanganan covid, dapat dilakukan di pusat skrining rumah sehat Jakabaring, tanpa dipungut biaya, dengan menunjukkan rujukkan dari faskes. Dapat juga dilakukan di seluruh faskes mulai dari puskesmas, RS tergantung kebijakkan masing-masing kabupaten kota terkait.

Ini terkait aturan pelaku perjalanan yang terbaru, masa berlaku rapid tes menjadi 14 hari yang semula 3 hari, dst. Dan aturan ini masih berlaku. Sampai saat ini kami belum mendapat berita perubahan. (fiz)

Dra Lesty Nurainy Apt MKes
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel

Update Sumsel Covid-19 Tgl 9 September 2020.
Update Sumsel Covid-19 Tgl 9 September 2020. (http://corona.sumselprov.go.id/)

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved