Status IPM Sumatera Selatan Tinggi Sebelum Pandemi Covid-19

Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia terus meningkat dengan cukup pesat.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Desi Eryani, S.ST, M.Si 

Di wilayah Sum­sel, bayi yang lahir pada tahun 2019 memiliki peluang untuk hidup hingga 69,65 tahun, lebih lama dua hingga tiga bulan dari tahun sebelumnya.

Peningkatan UHH tersebut tidak terlepas bagaimana semua masyarakat hidup yang layak dan se­hat.

Dalam catatan BPS, melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional 2019, setidaknya 63,26 persen rumah tangga di Sumsel yang telah menggunakan sumber air minum yang bersih.

Akan te­tapi, sebuah fakta yang mengejutkan, dari 5 rumah tangga di kabupaten Empat Lawang pa­ling banyak 1 rumah tangga yang telah menggunakan sumber air minum yang bersih dalam ke­hidupan sehari-hari.

Dampaknya, di tahun 2019, hampir separuh, tepatnya 40,41 persen rumah tangga di Kabupaten Empat Lawang mengalami keluhan kesehatan, bahkan persentase adanya keluhan kesehatan tertinggi di wilayah Sumsel, serta angka kesakitan tertinggi di Sumsel yaitu se­­­besar 20,49 persen.

Data pendukung tersebut menegaskan UHH terendah bayi di Sumsel  sa­at lahir tercatat di Kabupaten Empat Lawang pada tahun 2019 yaitu hanya mencapai 64,81 tahun.

Sebaliknya, di tahun yang sama, Kota Palembang merupakan daerah dengan UHH bayi saat lahir tertinggi di Sumsel yang memiliki harapan hidup hingga 70,54 tahun.

Dimensi kedua pembentuk IPM adalah pengetahuan, yang di bentuk oleh dua indikator yaitu Harapan Lama sekolah (HLS) dan Rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas.

Peningkatan HLS di Sumsel menjadi sinyal positif yang berarti semakin banyak penduduk yang bersekolah. HLS di Sumsel mencapai 12,39 tahun.

Hal tersebut berarti anak-anak yang pa­­da tahun 2019 berusia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,39 tahun atau ber­peluang untuk menamatkan pendidikan sampai dengan lulus SMA atau Diploma I.

Se­men­tara itu, RLS penduduk usia 25 tahun ke atas di Sumsel mencapai 8,18 tahun.

Angka tersebut meng­indikasikan banyak penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pen­di­dikan selama 8,18 tahun atau setara menyelesaikan pendidikan hingga kelas VIII ( setingkat SMP kelas 2).

Menurut catatan BPS dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional 2019, kedua pengukuran indi­kator tersebut sejalan dengan data mengenai penduduk Sumsel di tahun 2019.

Hampir seratus per­­sen penduduk di Sumsel telah melek huruf, namun separuh penduduk Sumsel tepatnya 49,59 persen hanya memiliki ijasah SD dan SMP.

Mirisnya lagi, pada tahun 2019, dari 6 pen­du­duk Sumsel setidaknya ditemukan 1 penduduk yang tidak memiliki ijasah.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved