Status IPM Sumatera Selatan Tinggi Sebelum Pandemi Covid-19
Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia terus meningkat dengan cukup pesat.
Pemerintahan Jokowi Jilid kedua, melalui proses evaluasi akan kebijakan sebelumnya.
Di periode kedua, pemerintah melakukan lompatan priorotas pembangunan, dimana prioritas pembangunan kini ditujukan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pembangunan manusia sendiri diartikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk.
Tentunya harus ada takaran yang mengindikasikan berhasil atau belum pemerintah dalam melaksanakan pembangunan manusia selama ini.
Pada tahun 1990 UNDP memperkenalkan sebuah indikator dalam publikasi tahunan berupa Human Development Report.
Kemudian Indonesia mengadaptasinya menjadi Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
IPM sendiri menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan baik untuk memperoleh pendapatan, kesehatan, ataupun pendidikan.
Dengan kata lain, IPM adalah sebuah indikator untuk menakar sejauh apa keberhasilan pembangunan dalam memajukan kehidupan masyarakat.
Secara umum, pembangunan manusia Indonesia terus mengalami kemajuan selama periode 2010-2019.
Dalam catatn BPS, IPM Indonesia pada tahun 2019 mencapai 71,92.
Sementara, dalam kurun waktu 2010-2018 rata-rata IPM Sumsel masih berada di bawah 70 atau berstatus sedang.
Pada pertengahan Februari 2020 lalu, kabar baik dari BPS Sumsel yang mengumumkan bahwa Sumsel merupakan satu-satunya provinsi yang mengalami perubahan status IPM, dari sedang menjadi tinggi di tahun 2019.
Tepatnya, IPM Sumsel tahun 2019 mencapai 70,02.
Peningkatan IPM, tidak terlepas dari peningkatan setiap dimensinya. Dimensi pertama yaitu umur panjang dan hidup sehat.
Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/decy1-bps.jpg)