Virus Corona

Korona dan Kemiskinan

Jumlah kasus korona di Indonesia sudah berada di angka lebih dari 12 ribu dengan jumlah kematian tak kurang dari 800 orang.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Rini Tri Hadiyati, S.ST, M.Si 

Tapi bagaimana dengan penduduk miskin?

Memang penduduk miskin dilindungi oleh pemerintah lewat berbagai bantuan sosial seperti beras sejahtera (rastra), bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH), bantuan pendidikan dan kesehatan, tetapi dalam kondisi sumber penghasilan mereka menurun seperti saat ini, bantuan itu tetap kurang untuk menutupi ke­bu­tuhan mereka setiap hari.

Lalu bagaimana pula dengan kelompok rentan miskin?

Mereka juga menjadi golongan yang kian terjepit.

Mereka tidak memiliki tabungan yang memadai dan di lain sisi mereka juga tidak masuk dalam target bantuan pemerintah.

Meskipun kabar baiknya pemerintah saat ini sudah cukup memperluas cakupan penerima manfaat dari beberapa program bantuan.

Tampaknya dengan mempertimbangkan itulah pemerintah menjadi sulit untuk mengambil kebijakan lockdown.

Jangan sampai kebijakan lockdown untuk memerangi korona justru menimbulkan per­masalahan yang tak kalah kronisnya.

Jika ekonomi masyarakat kian terpuruk, berbagai persoalan sosial juga dapat terjadi.

Bukankah manusia mampu melakukan apa saja dalam kondisi perut lapar?

Bukankah manusia mampu menjadi serigala untuk manusia lainnya atau yang kita kenal dengan istilah homo homini lupus?

Kita berharap pemerintah dapat bertindak lebih cepat dan efektif memerangi korona ini.

Jika pemerintah tidak mampu untuk melakukan lockdown, artinya pemerintah harus mengoptimalkan cara-cara yang saat ini ditempuh.

 Kita sedang berlomba dengan waktu karena penyebaran virus korona ini yang demikian cepat, bahkan jumlah korbanpun diperkirakan melebihi jumlah yang sudah terdeteksi.

Sebagai warga negara yang baik, sudah semestinya kita mengikuti arahan pemerintah dengan menahan ego pribadi dan mengutamakan kepentingan orang banyak.

Kita harus patuh dan tidak takabur bahwa kita kebal terhadap virus laknat ini.

Mungkin ini juga saatnya bagi kita untuk bisa semakin perduli dengan sesama.

Tak usah ja­uh-jauh, lihatlah tetangga kanan kiri atau orang-orang yang berada di sekitar kita, pastikan bahwa ke­butuhan pokok mereka selama adanya wabah korona ini masih tersedia di rumah.

Jangan sampai korona menambah panjang daftar penduduk miskin yang ada dan menyisakan banyak permasalahan sosial ke depannya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved