Virus Corona

Korona dan Kemiskinan

Jumlah kasus korona di Indonesia sudah berada di angka lebih dari 12 ribu dengan jumlah kematian tak kurang dari 800 orang.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Rini Tri Hadiyati, S.ST, M.Si 

 

Oleh : Rini Tri Hadiyati, S.ST, M.Si 

Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan

Jumlah kasus korona di Indonesia sudah berada di angka lebih dari 12 ribu dengan jumlah kematian tak kurang dari 800 orang.

Penambahan kasus positif masih memiliki tren meningkat meski cukup fluktuatif.

Kasus korona juga telah menyebar di seluruh provinsi.

Himbauan pemerintah saat ini untuk mem­ber­la­kukan physical distancing dan social distancing tampaknya sudah cukup ditaati masyarakat meski se­ba­gian kecil tampaknya masih cukup bebal.

Terbukti dengan sejumlah orang yang tetap melakukan aktivitas mu­dik, sangat miris.

Meskipun Indonesia tidak menerapkan kebijakan lockdown atau karantina secara ke­tat, semua transportasi antarprovinsi seharusnya sudah dilarang, kecuali angkutan yang membawa ba­han makanan.

Berharap kesadaran masyarakat dengan membiarkan alat transportasi tetap tersedia nam­paknya hal yang jauh dari harapan.

Kebijakan untuk melakukan karantina wilayah atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terutama untuk wilayah dengan angka positif korona yang relatif tinggi sudah mulai diberlakukan di beberapa daerah, dengan cara masing-masing.

Kebijakan social distancing yang masih dilanggar sejumlah orang, membawa sebuah pertanyaan akankah ha­nya lockdown satu-satunya jalan?

 Indonesia seharusnya punya waktu yang cukup banyak untuk mem­pe­lajari strategi negara lain dalam mengatasi virus korona ini dan mengimplementasikannya sesuai de­ngan kondisi negara kita.

Pertama kali virus jahat ini menyerang Wuhan sudah lebih dari tiga bulan silam, artinya ketika kasus pertama di Wuhan diumumkan seharusnya negara lain sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk Indonesia.

Namun yang terjadi justru pemerintah dan kita santai saja bahkan sem­pat menjadikan wabah ini sebagai lelucon.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved