Breaking News:

Human Interest Story

Menjaga Netralitas

Terlebih lagi banyak isu berseliweran ditengah belum pastinya bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati yang bakal bertarung di pilkada.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPO/REIGAN RIANGGA
IWAN DEDI, S.Kom 

MENGEMBAN tugas sebagai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tentu sangat berat karena harus memastikan kelancaran dan kesuksesan Pilkada di Kabupaten PALI. Namun yang paling penting bagi Iwan Dedi, Komisioner Bawaslu PALI adalah mengedepankan netralitas.

Terlebih lagi saat ini banyak isu berseliweran ditengah belum pastinya bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati yang bakal bertarung di pilkada.

Anak Petani Balik Kampung, Kali Ini Maju Pilkada PALI 2020

PDIP Siapkan 10 Nama untuk calon Pendamping Heri Amalindo Maju di Pilkada PALI 2020

Calon Independen Pilkada PALI Kumpulkan KTP, Rizal Kenedi Bolak-balik Temui Masyarakat

"Jadi, isu di tengah masyarakat berseliweran. Hal ini menjadikan masyarakat bertanya-tanya siapa figur pada Pilkada di PALI," kata Iwan, Rabu (5/2).

Sebagai bagian dari penyelenggara Pilkada yang bertugas mengawasi pesta demokrasi, ia mengingatkan diri sendiri dan jajarannya bahwa tensi pilkada kian hari kian tinggi.

"Kami pesankan khusus tim harus siap siaga, jaga kesehatan dan pemahaman tentang Pilkada serta respon ketidakpuasan Pilkada itu sendiri dari masyarakat," jelasnya.

"Kesiapan tahapan boleh dikatakan rawan, seperti cegah hoaks dan politik uang dan PPK. Selain itu juga terkait UU 10 Tahun 2016, UU 7 Tahun 2017 tentang pemasangan alat peraga," tambahnya.

Menurut pria kelahiran 2 Agustus 1975 ini, indeks kerawanan Pemilu di PALI berada di level menengah. Namun itu diperkirakan kerawan itu jika dilihat dilihat dari kondisi media sosial.

"Tergantung masyarakat menanggapi apakah benar atau tidak berita yang beredar, sehingga menjadikan tingkat kerawanan bisa sedang dan tinggi," ujar mantan anggota PPK Tanah Abang pada Pilgub 2017.

Banting Tulang Calon Independen Pilkada PALI Kumpulkan KTP, Tetap Komunikasi dengan Parpol

Nyalon di Pilkada PALI, Devi Harianto Impikan Perubahan

Ia menerangkan, Bawaslu bekerja sesuai kewajiban untuk mencegah dan mengawasi dan menindak jika ada temuan kecurangan pada Pilkada.

"Kita melakukan sosialisasi dan pemahaman dan melakukan pengawasan tingkat, TPS, desa, kecamatan, kabupaten dan koordinasi tingkat provinsi. Jadi, mulai dari tim level bawah, menengah hingga atas kita berikan pemahaman dan Bimtek tentang strategi pengawasan dan pinindakan," kata pria yang pernah menjadi Operator Program Keluarga Harapan (PKH) PALI Tahun 2015.

Selain itu, jelas dia, mencegah adanya black campaign pihaknya mensosialisasikan dengan menjelaskan masyarakat karena resiko orang yang melakukan black campaign itu sendiri. Jadi jika ketauan siap-siap menerima proses aturan yang ada.

"Kita juga minta bantu masyarakat untuk mengawasi tim ses calon. Jadi, pengawas partisipatif tengah masyarakat, sehingga bisa dilaporkan ke kami apa yang ada tengah masyarakat," jelas dia.

"Harapannya kita Pilkada di PALI bisa berjalan baik, hasilnya jujur adil dan baik dan memang pilihan masyarakat. Jika tidak sesuai dengan masyarakat justru ditakutkan akan berdampak negatif pada Kabupaten PALI. Dan juga agar menciptakan pemimpin mempunyai integritas dan keinginan memajukan PALI." kata pria yang 13 tahun bekerja sebagai marketing ini. (reigan riangga)

Biofile:
IWAN DEDI, S.Kom
Lahir: 2 Agustus 1975
Bintang: Leo
Shio: Kelinci
Latar Pendidikan
- Studi Hukum di Sumpah Pemuda (saat ini)
- Sarjana Komputer Universitas Bina Darma Tahun 1991
- SMA Man 2 Palembang
- SMP Muhammadiyah 4 Palembang
- SDN 1 Pandan Tanah Abang

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved