Tolak Lobi-lobi Calon PPK
Menurutnya, KPU PALI telah berkomitmen untuk menjaga marwahnya sebagai penyelenggara Pemilu yang bersih dan jujur.
PALI, SRIPO -- Tujuh KPUD di Sumsel secara serentak menggelar tes tertulis seleksi calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Tes berlangsung di masing-masing daerah yang akan menggelar Pilkada 2020 mendatang.
Daerah yang menggelar tes, Kamis (30/1) adalah Ogan Ilir, OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Musirawas, Muratara dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
• 401 Calon PPK OKUS Dinyatakan Lulus Administrasi, Tahapan Berikutnya Tes Tertulis
• Puluhan Pendaftar PPK OKU Selatan Gagal Melengkapi Berkas karena Sinyal Internet Jeblok
Ketua KPU PALI Sunario mengatakan, tes merupakan bagian dari tahapan seleksi calon anggota PPK Pilkada 2020. Untuk itu wajib diikuti seluruh peserta yang telah lolos seleksi administrasi.
"Ikuti proses ini sesuai aturan yang telah ditetapkan. Jangan coba-coba melakukan kecurangan, sebab tidak akan kami tolelir apabila ada peserta yang mencoba melobi atau menyuap panitia," kata Sunario.
Menurutnya, KPU PALI telah berkomitmen untuk menjaga marwahnya sebagai penyelenggara Pemilu yang bersih dan jujur. Pihak KPUD tidak ingin tercoreng dengan adanya kecurungan dalam seleksi calon PPK.
"Kami akan pilih orang-orang terbaik sesuai kemampuannya yang akan menjadi penyelenggara Pemilu tingkat kecamatan," jelasnya.
Secara terpisah, KPU Muratara menegaskan seleksi calon PPK murni, bukan hanya formalitas semata. Hal itu ditegaskan Ketua KPU Muratara, Agus Maryanto usai tes tertulis anggota PPK untuk Pilkada Muratara tahun 2020 di Gedung Aula Siti Rahma Muara Rupit, Kamis (30/1).
"Kami tegaskan tes ini murni, tidak ada permainan, peserta betul-betul mengerjakan soal yang diberikan, tidak mungkin formalitas," kata Agus.
Ia mengakui setiap kali penerimaan panitia Ad Hoc mulai dari atas hingga paling bawah, isu formalitas pelaksanaan tes tersebut selalu muncul di masyarakat. Namun KPU Muratara, kata Agus akan berusaha menjalankan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dengan benar dan tidak akan melenceng dari aturan yang telah ditetapkan.
"Saya tahu bahwa isu itu selalu muncul, tapi kami akan berusaha menjalankan PKPU dengan sebaik-baiknya. Kami jaga betul kepercayaan masyarakat untuk menyelenggarakan Pilkada ini," katanya.
Menurut Agus, tahapan seleksi penerimaan panitia Ad Hoc ini sangat terbuka kepada masyarakat dan tidak ada yang ditutup-tutupi atau permainan.
"Prosesnya sangat terbuka, teman-teman media bisa lihat sendiri langsung, kita melaksanakan seleksi ini murni bukan formalitas," tegasnya lagi.
Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Muratara, Munawir menegaskan, KPU harus mengedepankan profesionalisme dalam perekrutan anggota PPK untuk Pilkada Muratara ini.
"Memang isu tes formalitas itu selalu muncul, tapi itu jangan sampai terjadi, kita berharap anggota PPK ini orang-orang yang berkualitas dan berintegritas," kata dia.
Pihaknya akan mengawasi secara ketat proses seleksi penerimaan anggota PKK tersebut, sehingga tidak ada permainan atau titipan dari orang-orang tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/seleksi-tertulis-calon-ppk-oku-timur.jpg)