Human Interest Story
Pengakuan Dua Eksekutor Driver Taksol Ruslan Sani, Iwan Mengaku Lampiaskan Dendam
Iwan, warga Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI mengaku punya dendam pribadi dengan Ruslan sehingga ia tega menghabisi nyawa korban.
Penulis: Andi Wijaya | Editor: Soegeng Haryadi
"Korban mengalami tujuh luka tusukan di wajah, dada dan perut," kata Anom.
Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti yang digunakan dalam melancarkan aksi kejahatan dan barang hasil kejahatan.
"Barang bukti yang diamankan berupa pisau, replika senjata api air softgun dan tambang plastik milik tersangka serta sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi BG 1442 RP," jelas Anom.
Dua Jam di Rawa
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiyadji juga mengisahkan penangkapan terhadap dua pelaku. Setelah upaya membuang korban Ruslan Sani diketahui warga sekitar, keduanya dikejar dan dikepung warga.
Dijembatan Pulokerto, Sulaiman berhasil ditangkap warga. Namun Iwan berhasil lolos dan melompat dari jembatan lalu menghilang bersembunyi di rawa-rawa. "Tersangka Iwan langsung lompat dari atas jembatan dan sembunyi ke rawa-rawa," ujar Anom.
Warga berkerumun di pinggir rawa menunggu korban naik ke atas. Pada akhirnya Iwan menyerah setelah dua jam ditunggu massa yang mengepung tempat persembunyiannya di rawa-rawa.
"Setelah hampir dua jam 'maju-mundur' di area rawa, Iwan akhirnya memilih menyerahkan diri," ujar Kapolrestabes Palembang.
Iwan pun langsung dibawa ke Mapolrestabes Palembang dengan pengawalan ketat petugas untuk menghindari amukan massa.
"Kedua tersangka dievakuasi menggunakan kendaraan rantis AVC dan dikawal personel dari Sat Brimob Polda Sumsel, untuk selanjutnya dibawa ke Mapolrestabes Palembang. Motif kedua tersangka ingin menguasai mobil korban dan merencanakan pembunuhan tersebut," ujar Anom. (cr8/diw)