Teror Harimau di Pemukiman Warga di Lahat & Pagaralam, Mencekam, Mangsa Ternak dan Berkeliaran
Teror Harimau di Pemukiman Warga di Lahat & Pagaralam, Mencekam, Mangsa Ternak dan Berkeliaran
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Hendra Kusuma
Salah saorang warga Dempo Makmur, Rulet (40) membenarkan jika saat ini Harimau sudah mulai mendakati kawasan permukiman warga di Dempo Makmur.
"Benar dek Harimau ini sudah masuk kawasan permukiman. Kami melihat banyak jejak kaki harimau dengan ukuran satu jengkal orang dewasa diareal perkebunan warga dibelakang rumah saya ini," ujarnya.
Dikatakannya, jika dilihat dari bekas jejaknya tersebut Harimau yang berkeliaran dikawasan itu lebih dari satu. Pasalnya banyak sekali bekas jejak dengan ukuran beragam yang terlihat di kawasan itu.
"Bukan satu tapi banyak. Pasalnya jejaknya banyak dan ukurannya berbeda," katanya.
Selain itu, informasi yang didapat sripoku.com, bahwa Minggu (17/11/2019) malam Harimau juga sudah masuk permukiman warga di Desa Pulau Panas Kecamatan Tanjung Sakti PUMI. Padahal pada Minggi pagi warga Desa Pulau Panas sudah ada yang menjadi korban keganasan binatang buas tersebut.
"Tadi malam warga Pulau Panas kembali heboh. Pasalnya Harimau Sunatera ini sudah masuk permukiman dan memangsa kambing warga. Jadi semalaman warga berjaga. Bahkan saat ini warga sudah berkumpul untuk berkoordinasi tindakan yang akan diambil. Ini ada sekitar 100 orang yang berkumpul," ujar Kades Pulau Panas, Sumadi saat dihubungi sripoku.com, via telpon selulernya, Senin (18/11/2019).
Teror Harimau Bikin Takut Warga
Handoko (33) mengatakan kekawatirannya dengan teror harimau gunung ini. Pasalnya laporan yang dia terima bahwa penjaga kebunnya menemukan jejak kaki harimau berukuran besar dekat areal kebun kopi miliknya.
"Saya kawatir dengan ancaman Harimau ini, sebab keluarga saya melaporkan temuan jejak kaki harimau dekat kebun kopi saya. Jadi saya meminta pekerja kebun untuk tidak berkebun dulu sampai kondisi aman," katanya.
Sementara itu, Heni (31) salah seorang ibu rumah tangga mengatakan, dirinya saat ini tidak memginzinkan anaknya bermain diluar rumah. Ditambah lokasi rumahnya sangat dekat dengan temuan jejak harimau dikawasan Desa Dempo Makmur.
"Anak saya tidak lagi main keluar rumah untuk sementara waktu. Jangankan keluar rumah keluar dihalaman rumah saja yang sudah dipagar anak saya tidak saya izinkan. Kami khawatir nanti tiba-tiba Harimau sudah ada didekat rumah kami," tegasnya.
Profesi warga kota Pagaralam serta dua wilayah lain yakni kabupaten Lahat dan Empat Lawang yang letaknya dibawah kaki Gunung Dempo yang mayoritas petani kopi namun dengan adanya kejadian teror harimau gunung ini membuat warga di 3 wilayah ini kini enggan untuk beraktifitas ke kebun kopinya lantaran takut serangan hewan buas ini sewaktu-waktu dapat terjadi lagi.
Harimau Sumatera yang Mulai Punah
Kepala BKSDA II Lahat, Martialis, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya hasil penelusuran dan meminta keteranga saksi saksi jika hewan buas yang awalnya diduga macan dahan ternyata bukan tapi harimau Sumatera. Selain dari keterangan saksi yang melihat warna putih dan bercorak kuning hitam pada sebagian bahunya lokasi kebun korban 7 KM dengan pemukiman sedangkan jarak pemukiman ke kawasan hutan lindung 600 M sehingga posisi kebun berada dalam kawasan hutan lindung dengaj demikian besar kemungkinan harimau sumatera.
"Ya pasca kejadian tim kita langsung turun untuk menvaro warga. Informasi awal kita dapat dari Kades jika hewan yang menerkam Kuswanto kotak kotak sehingga dimungkinkan macan dahan. Namun setelah kita dalami dari saksi atas apa yang ia lihat maka hewan tersebut harimau sumatera apalagi jika dilihat jarak perkebunan dengan kawasan hutan lindung. Namun untuk memastikan akan mencoba memasang kamera siapa tahu bisa tetekam, "terangnya.
Ditambahkan Martialis, sisi lain kecendrungan macan dahan sangat menghindari bertemu apalagi kontak fisik dengan manusia jika tidak terdesak. Disisi lain, munculnya harimau sumatera tersebut diduga dari hutan lindung (HL) Gunung Patah, yang satu kawasan dengan wilayah areal perkebunan warga Desa Pulau Panas.
"Kita sudah pelajari dari keberadaan wilayah dimana ada dua titik potensi dari mana datangnya harimau tersebut. Jika ke kanan itu menuju ke HL Gunung Dempo namun ke kiri itu HL kawasan Gunung Patah. Namun jika melihat kedekatan kawasan harimau tersebut datang dari HL gunung patah, "terang, Martialis.
Ditambahkanya saat ini tim sudah turun termasuk untuk memantau situasi. "Kemungkinan hewan itu bergerak. Namun, jika memang masih ditemukan akan dilakukan evakuasi. Kita berharp warga untuk menunda dahulu melakukan aktifitas di kawasan tersebut dan segera melapor jika kembali melihat, "imbaunya.
Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap, SIK melalui Kapolsek Tanjung Sakti, Iptu Romadhon membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya korban sudah dikediamannya selanjut proses pemakaman. Menurutnya, akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek dibagian leher. "Ya kita imbau warga tidak ke kebun dahulu. Untuk menghindari terjadi serangan harimau kembali, "ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/teror-harimau-di-pemukiman-warga-di-lahat-pagaralam-mencekam-mangsa-ternak-dan-berkeliaran.jpg)