Teror Harimau di Pemukiman Warga di Lahat & Pagaralam, Mencekam, Mangsa Ternak dan Berkeliaran
Teror Harimau di Pemukiman Warga di Lahat & Pagaralam, Mencekam, Mangsa Ternak dan Berkeliaran
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Hendra Kusuma
Namun, mitos dari cerita warga sekitar bahwa harimau yang berkeliaran merupakan harimau jejadian karena sedang marah dan memberikan peringatan juga beredar.
Maka hal ini juga berkaitan dengan legenda manusia harimau di masa lalu, bahkan jauh sebelum harimau berkeliaran selama tiga hari berturut-turut itu, warga di sekitar Gunung Dempo dan Lahat sudah mengenal istilah manusia harimau.
Kerap Disebtu Masumai
Sosok manusia harimau yang disebut sebagai 'Nenek Gunung' itu, juga kerap disebut Masumai.
Nama istilah Masumai seperti dilansir dari Tribunsumsel pada tahun 2018 lalu pernah diungkap warga sekitar, yang disebut-sebut penjaga Gunung Dempo dan bersemayam di areal hutan hutan di gunung Dempo.
Sesekali memperlihatkan pada orang, dan masih dipercaya menjaga gunung Dempo.
Dia sesosok manusia harimau menjaga dan bersemayam di gunung Dempo, atau puyang," kata pemerhati budaya, Mario Andramatik.
Kata dia, aliran-aliran kepercayaan ataupun ritual terhadap gunung Dempo sekarang ini tidak ada.
Ritual atau tradisi mengagungkan, ucapan syukur, atau sebuah kebiasaan yang dilakukan masyarakat terhadap gunung tersebut sudah tidak ada lagi.
Hal sama juga diungkapkan Vebri Al Lintani.
Kerap Dipanggil Puyang Selain Sebutan Masumai
Ritual tentang kepercayaan adanya puyang, manusia harimau yang menjaga gunung dan bermukim disana sudah lama ditinggalkan.
Namun pada masa lalu, kepercayaan dan tradisi semacam itu masih ada tahun 1960-an.
Seiring dengan perkembangan ajaran agama baru, kebiasaan dan kepercayaan tersebut sudah ditinggalkan.
"Dempo itu asal katanya "diempukan". Artinya ditinggikan, disucikan atau dimuliakan. Sekarang sudah tidak demikian, bahkan tradisi sudah ditinggalkan," kata Vebri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/teror-harimau-di-pemukiman-warga-di-lahat-pagaralam-mencekam-mangsa-ternak-dan-berkeliaran.jpg)