Teror Harimau di Pemukiman Warga di Lahat & Pagaralam, Mencekam, Mangsa Ternak dan Berkeliaran
Teror Harimau di Pemukiman Warga di Lahat & Pagaralam, Mencekam, Mangsa Ternak dan Berkeliaran
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Hendra Kusuma
Menurut dia, pemaknaan dimuliakan, ditinggikan dan disucikan tersebut terkait masa lalu.
Sebagaimana ketika masih zaman Hindu-Budha, kepercayaan terhadap leluhur atau kepercayaan animisme-dinamise masih berkembang.
Erwan suryanegara juga mengatakan patung-patung artefak megalitik selalu menghadap ke gunung atau ke sungai.
Namun pada masa lalu, kepercayaan dan tradisi semacam itu masih ada tahun 1960-an.
Seiring dengan perkembangan ajaran agama baru, kebiasaan dan kepercayaan tersebut sudah ditinggalkan.
"Dempo itu asal katanya "diempukan". Artinya ditinggikan, disucikan atau dimuliakan. Sekarang sudah tidak demikian, bahkan tradisi sudah ditinggalkan," kata Vebri.
Menurut dia, pemaknaan dimuliakan, ditinggikan dan disucikan tersebut terkait masa lalu.
Sebagaimana ketika masih zaman Hindu-Budha, kepercayaan terhadap leluhur atau kepercayaan animisme-dinamise masih berkembang.
Erwan suryanegara juga mengatakan patung-patung artefak megalitik selalu menghadap ke gunung atau ke sungai.
Pada kepercayaan pemujaan terhadap leluhur di era megalitik, gunung dan sungai merupakan tempat bersemayam leluhur yang harus dihormati.
"Setelah perkembangan masyarakat dengan masuknya agama baru, tradisi itu mulai berubah dan menyesuaikan dengan yang baru," kata dia.
Menampakkan Jejak Bahkan Berkeliaran
Masyarakat Kota Pagaralam dan sekitarnya saat ini semakin khawatir dengan teror binatang buas Harimau Sumatera yang mulai masuk permukiman warga. Hal ini tampak dari bekas jejak kaki binatang yang biasa disebut masyarakat Pagaralam dengan sebutan Nenek Gunung tersebut sudah mendakati kawasan permukiman warga.
Saat ini teror keberadaan Harimau ini mulai meresakan warga Kelurahan Dempo Makmur Kota Pagaralam. Pasalnya warga banyak mendapati jejak kaki Harimau dilahan perkebunan warga yang jaraknya hanya 100 meter dari permukiman warga sekitar.
Informasi yang dihimpun sripoku.com, Senin (18/11/2019) menyebutkan, warga Kelurahan Dempo Makmur tepatnya dikawasan Pabrik Teh Gunung Dempo mendapati banyaknya jejak Harimau dilahan yang ada dibelakang permukiman warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/teror-harimau-di-pemukiman-warga-di-lahat-pagaralam-mencekam-mangsa-ternak-dan-berkeliaran.jpg)