Dialog Papua: Mencegah Konflik Berkepanjangan

Konflik dan kerusuhan di Papua seakan tidak pernah berhenti dan hingga kini belum ada solusi ya­ng akurat.

SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Prof Abdullah Idi. 

Dialog Papua:

Mencegah Konflik Berkepanjangan

Oleh:  Prof Abdullah Idi.

 Guru Besar Sosiologi UIN Raden Fatah Palembang

Konflik dan kerusuhan di Papua seakan tidak pernah berhenti dan hingga kini belum ada solusi ya­ng akurat.

Sejak Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi, konflik Papua seakan terus terjadi dan berulang.

Kalau beberapa kasus konflik lainnya pada masa lalu dapat diselesaikan seperti ka­sus konflik Maluku dan Aceh (pernah minta Merdeka) serta Timor-Timur (minta referendum dan sudah merdeka), beda halnya dengan konflik Papua yang seakan belum ada suatu pen­de­kat­an dan solusi yang akurat.

Terbukti, setiap rezim (Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi) kasus Pa­­pua terus terjadi.

Tulisan ini, menganalisis faktor apa saja sebagai ‘akar’ konflik di Papua dan per­lunya pendekatan dialog sebagai upaya merangkul kembali orang Papua sebagai bagian dari warga negara bangsa (nation state) Indonesia.

Diagnosa persoalan konflik Papua memiliki beragam perspektif. Dari perspektif ilmu sosial da­lam keijakan pembangunan di Papua, setidaknya perlu memperhatikan faktor internal dan inter­nal.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved