Berita palembang

Kondisi Udara Pagi Hari di Wilayah Palembang Kategori Tidak Sehat, Berikut Ini Penjelasan BMKG

Kondisi Udara Pagi Hari di Wilayah Palembang Kategori Tidak Sehat, Berikut Ini Penjelasan BMKG

Kondisi Udara Pagi Hari di Wilayah Palembang Kategori Tidak Sehat, Berikut Ini Penjelasan BMKG
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Kabut Asap Makin Tebal Selimuti Kota Palembang, Rabu (4/9/2019)/ Kondisi Udara Pagi Hari di Wilayah Palembang Kategori Tidak Sehat, Berikut Ini Penjelasan BMKG 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Saputra

Kondisi Udara di Pagi Hari Tidak Sehat, Ini Penjelasan BMKG

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Saat pagi hari kabut asap (Smog/Smoke+Fog) begitu terasa.

Menurut catatan BMKG Stasiun Klimatologi Palembang pada hari ini, Kamis (5/9/2019) tercatat dalam kategori tidak sehat.

"Konsentrasi PM 10 yang tercatat di Stasiun Klimatologi pada pukul 00.00-08.00, tercatat dalam kategori tidak sehat dengan nilai 105-196 µgram/m3," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II, Bambang Beny Setiaji.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk nilai ambang batas tidak sehat adalah pada 150 µgram/m3. Sedangkan dari 00.00-08.00 mencapai 105-196 µgram/m3 artinya sudah dalam kategori tidak sehat.

Untuk itu BMKG Sumatera Selatan menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam bertransportasi, seiring potensi menurunnya jarak pandang dan senantiasa menggunakan masker serta minum banyak air saat beraktifitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan.

Beny pun menjelaskan, bahwa angin permukaan yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang umumnya dari selatan-tenggara dengan kecepatan 5-10 Knot (9-19 Km/Jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutbunla ke wilayah Kota Palembang.

Wagub Sumsel Mawardi Yahya Lakukan Sidak Pengerjaan Jalan Propinsi, Jalan OKU-OKUT-OKUS Mulus

Rumah Baba Boentjit Sediakan Paket Makrab dan Homestay, Nikmati Suasana Pinggiran Sungai Musi

Penyakit Autoimun Diderita Raditya Belum Ada Obatnya, Begini Cara Berteman dengan Autoimun

Sumber dari LAPAN Tanggal 5 September 2019 tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah selatan-tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang yakni Banyu Asin I, Pampangan, Tulung Selapan, Pedamaran dan Mesuji.

Jarak Pandang terendah pagi tanggal 5 September 2019 yang tercatat di Bandara SMB II Palembang 300-500 meter dengan Kelembapan 96-98 persen dengan keadaan cuaca Kabut Asap (Smog/Smoke+Fog) berdampak 1 (satu) jadwal penerbangan delay.

Intensitas Kabut Asap (Caumpuran Kabut dan Asap) umumnya terjadi pada dini hari menjelang pagi hari (04.00-07.00 WIB) ini dikarenakan labilitas udara yang stabil pada saat tersebut.

Sulit Temukan Awan Cumulonimbus di Sumsel, Upaya TMC untuk Hujan Buatan, Tim BPPT Tetap Siaga

Bangun Pipa tak Ada Air Pengalir, PDAM Prabulih Kesulitan Pompa

Dua Sopir Truk-Bus AKDP Positif Gunakan Narkotika Terjaring Operasi Patuh Musi 2019 Polres Ogan Ilir

Fenomena Kabut sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang tinggi dengan partikel-partikel basah di udara, hal ini disebabkan kondisi langit pada malam hari tanpa awan mengakibatkan radiasi permukaan bumi lepas keluar atmosfer mengakibatkan suhu di permukaan relatif dingin yakni 22-23°C yang tercatat di Bandara SMB II.

Setelah terbit Matahari keadaan udara akan relatif labil sehingga partikel basah (kabut) maupun kering(asap) akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik, akan tetapi partikel kering (asap) yang pergerakannya karena angin horizontal akan tetap ada di permukaan dan akan mengganggu pernafasan.

"Kondisi ini akan terus berpotensi berlangsung dikarenakan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG tidak ada potensi hujan hingga tanggal 11 September 2019 di wilayah Sumsel," ungkapnya

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved