Kasus Pembunuhan Pendeta di Sungai Baung

UPDATE Kasus Pembunuhan Melinda Zidemi, Anjing K9 Putar-putar di Lokasi TKP Endus Jejak Pelaku

Tim K9 atau anjing pelacak yang diturunkan untuk membantu pelacakan cukup kesulitan mencari jejak pelaku yang hingga kini masih buron.

UPDATE Kasus Pembunuhan Melinda Zidemi, Anjing K9 Putar-putar di Lokasi TKP Endus Jejak Pelaku
Kolase Sripoku.com
Foto postingan yang diketahui korban Melinda dan lokasi penemuan korban di wilayah Sungai Baung OKI 

Rencana pernikahan korban dengan calon suaminya terdengar oleh sahabat korban Dewistina Finowa'a.

"Saya taunya dia memang sudah tunangan setahun lalu, calonnya seorang guru agama Kristen di Nias sana," jelasnya.

Lanjutnya, dirinya mengaku sempat mengobrolan bersama korban saat bertemu sekitar 2 minggu lalu. Saat itu keduanya sempat bercanda masalah pernikahan. Namun, korban tidak mengatakan kapan akan menikah.

"Kalau saya liat di media dikabarkan akan menikah bulan Juni cuma, saya belum mendengar secara langsung dari Melinda. Kami ngobrol saat ketemu itu, saya bilang kapan nih nyusul. Karena teman kami ada yang satu angkatan sudah menikah dan hamil, biar kita cepat ikut. Terus dia bilang nantilah kedepan kita nyusul," ujarnya mengingat percakapannya dengan korban.

Sudah 6 bulan sejak mengabdi di Gereja Sungai Baung, usai menamatkan pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi Injili Palembang (STTIP) pada Agustus 2018, membuat Melinda Zidemi (24) harus menjalani hari-harinya di areal perkebunan Sawit.

Melinda dikenal sebagai pribadi ramah, cantik dan pintar. Hal tersebut diungkapkan oleh Tius Simangunsong, majelis Gereja YKPA tempat di mana Melinda pernah magang ketika bersekolah.

"Kalau Khotbah anaknya memang jago, pintar dan tegas. Orangnya ramah, adiknya juga kuliah disini (Palembang). Karena ingin mengikuti jejak kakakya," ujar Tiur, usai melepas kepergian jenazah Melinda Zidemi di GKII Sekojo, (27/3).

Lanjutnya, selama magang menjadi pengkhotbah di gereja YKPA jalan Abi Hasan Palembang, Melinda dikenal sebagai orang yang memiliki semangat dalam setiap pengabdiannya.

"Sering saya ngobrol sama Melinda. Anaknya kalem dan benar-benar bekerja melayani umat. Dia agak pendiam dan ramah," ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan sahabat korban Dewistina Finowa'a (24). Menurutnya sampai akhir hayatnya korban dianggap konsisten dalam mengabdi menjadi hamba tuhan.

Halaman
1234
Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved