Kasus Pembunuhan Pendeta di Sungai Baung

UPDATE Kasus Pembunuhan Melinda Zidemi, Anjing K9 Putar-putar di Lokasi TKP Endus Jejak Pelaku

Tim K9 atau anjing pelacak yang diturunkan untuk membantu pelacakan cukup kesulitan mencari jejak pelaku yang hingga kini masih buron.

UPDATE Kasus Pembunuhan Melinda Zidemi, Anjing K9 Putar-putar di Lokasi TKP Endus Jejak Pelaku
Kolase Sripoku.com
Foto postingan yang diketahui korban Melinda dan lokasi penemuan korban di wilayah Sungai Baung OKI 

"Dan hari ini sesuai perintah Kapolda Sumsel, Tim Jatanras dan K9 Sabhara Polda Sumsel menurunkan anjing pelacak bersama Satreskrim Polres OKI guna kembali melakukan olah TKP ulang di lokasi kejadian untuk mencari petunjuk dan bukti."

"Hal itu berguna untuk mengungkap pelakunya dibalik pembunuhan tersebut," jelasnya.
Lanjutnya, dari hasil visum yang dilakukan oleh pihak dokter Forensik Rumah sakit Bhayangkara Palembang, ditemukan tanda kekerasan yang membuat korban meninggal dunia.

"Hasil visum luar, korban tewas karena dicekik. Sebab di leher korban terdapat luka memar bekas cekikan dan lidah korban patah, hingga korban dak bisa bernafas dan meninggal dunia," jelasnya.

Selain itu, juga ditemukan bukti baru adanya bekas sperma di sekitar area kewanitaan korban. Hal itu menjadi bukti baru bagi pihak kepolisian untuk memburu korban.

"Di vagina korban juga terdapat sperma laki laki (Pelaku). Saat ini kami masih mengejar pelaku," jelasnya.

Usai Proses Ibadah penghiburan, Jenazah Melinda Zidemi Dibawa ke Kampung Halamannya Nias Sumut

Fakta-fakta Kasus Pembunuhan Melinda Zidemi, Anak Kecil Jadi Saksi Kunci yang Sempat Dicekik Pelaku

Video Jasad Pendeta Melinda Zidemi Tiba di RS Bhayangkara Palembang, Keluarga Korban Syok

Status WA Terakhir Melinda Berserah Pada Tuhan...

Iring-iringan jamaat melepas kepergian vikaris atau calon pendeta tersebut menggunakan Mobil ambulans.Jenazahnya yang sudah terbujur kaku tersebut dibawa menuju Padang, Sumatera Barat sebelum akhirnya menempuh jalur laut ke Nias Selatan.

"Jenazah sudah berangkat melalui jalur darat ke Nias Selatan. Nanti stop di Padang baru perjalanan kapal ke kampung halaman," ujar sepupu korban Arisman Manai (23) saat ditemui di Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Sekojo.

Ratusan pelayat yang merupakan jamaat dan warga Nias Selatan yang berada di Palembang hadir melepas kepergian korban. Tius Simangunsong salah satu majelis ditempat korban pernah magang mengakui jika keseharian korban selama ini sangat ramah.

"Sering saya ngobrol sama Melinda. Anaknya kalem dan benar-benar bekerja melayani umat. Dia agak pendiam dan ramah. Kalau berkhotbah dia pintar," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved