Tradisi Ruwahan
Ketika kita memasuki bulan Sya'ban, seperti saat ini, biasanya masyarakat Islam Indonesia banyak yang melakukan sedekah ruwah
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." QS.Al-Baqarah: 261).
Keempat, masalah tujuan tergantung niat seseorang, karenanya dalam hal seperti ini sikap yang bijak adalah membenahi niat dan bukan menghilangkan secara keseluruhan ritualnya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya segala amal tergantung dengan niat."(HR Bukhari-Muslim).
Kelima, Rasulullah SAW mencontohkan doa untuk saudara-saudara seakidah yang telah meninggal terlebih dahulu.
Rasulullah SAW bersabda: "Ya Allah ampunilah dosa-dosa orang-orang yang hidup diantara kami, demikian juga dosa-dosa orang-orang yang telah meninggal di antara kami."(HR Ahmad).
Kita menyadari bahwa dalam masyarakat Islam Indonesia memang masih terdapat perbedaan pendapat mengenai tradisi ruwahan ini disebabkan tidak ada dalil yang jelas mengenai hal tersebut.
Namun kita berharap meskipun kita berbeda tidak akan menjadi pemecah belah di kalangan umat Islam sendiri.
Hal ini sesuai dengan pepatah al-Mufadhah ‘ala al-Qadim al-Shalih wa al-Jadid al-Ashlah (melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik).
Semoga Allah SWT mengampuni dosa kita dan dosa-dosa saudara-saudara kita yang telah mendahului dan semoga kita bisa bijak bersikap. Mudah-mudahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ruwahan_20170519_135036.jpg)