Tradisi Ruwahan

Ketika kita memasuki bulan Sya'ban, seperti saat ini, biasanya masyarakat Islam Indonesia banyak yang melakukan sedekah ruwah

Editor: Salman Rasyidin
Ist
H. Hendra Zainudin MPd.I 

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: 'Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.'" (QS. Al Hasyr: 10).

Ayat al-Qur'an menunjukkan bahwa di antara bentuk kemanfaatan yang dapat diberikan oleh orang yang masih hidup kepada orang yang sudah meninggal dunia adalah do'a.

Ayat ini mencakup umum, yaitu ada doa yang ditujukan pada orang yang masih hidup dan orang yang telah meninggal dunia.

Bahkan Imam Nawawi ra, berkata,

"Do'a pada si mayit, melunasi utangnya, termasuk pula sedekah atas si mayit bermanfaat untuknya berdasarkan kesepakatan pada ulama." (Syarh Shahih Muslim, 7: 82).

Hal yang sama juga diungkapkan KH. Helmy Abdul Mubin dalam kitab al-Masail ad-Diniyyah li-Ahli as-Sunnah wal Jama'ah, bahwa bagi orang yang telah meninggal dunia, orang tersebut bagaikan teng gelam, sedang ia menunggu pertolongan seseorang untuk menyelamat kannya.

Baik pertolongan itu datang dari anaknya, saudaranya, atau teman baiknya.

Dan sekiranya mereka itu menolongnya, maka pertolongan itu sangat disukai oleh orang yang telah meninggal dunia tersebut melebihi dunia dan seisinya.

Adapun hadiah dari orang hidup kepada orang yang telah meninggal dunia dapat berupa do’a dan istighfar.

Selanjutnya, sebagian ulama salaf juga mengatakan; "do'a bagi mayyit, sama halnya dengan hadiah bagi orang hidup.

Malaikat datang pada si mayyit dengan membawa piring dari cahaya dan di atasnya terdapat sapu tangan dari cahaya pula.

Kemudian dikatakan pada si mayyit; 'Ini hadiah dari saudaramu fulan bin fulan, atau dari temanmu fulan'.

Maka bergembiralah si mayyit menerima hadiah tersebut. Sama halnya kegembiraan orang hidup pada saat menerima hadiah".

Karenanya, pada bulan Sya'ban ini, umat Islam selain mendo'akan arwah leluhur, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir dan meminta ampunan serta pertolongan dari Allah SWT.

Sebab pada bulan ini, sungguh Allah banyak sekali menurunkan kebaikan-kebaikan berupa syafaat (pertolongan), maghfirah (ampunan), dan itqun min adzabin naar (pembebasan dari siksaan api neraka).

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved