Berita Palembang

Sejarah Kiai Marogan, Yatim Piatu Sejak Kecil Bangun Masjid & Haji di Umur 8 Tahun

Bahkan sampai saat ini nama Ki Marogan tidak asing di telinga masyarakat Palembang, terlebih sampai saat ini Masjid Ki Marogan di Seberang Ulu

Sejarah Kiai Marogan, Yatim Piatu Sejak Kecil Bangun Masjid & Haji di Umur 8 Tahun
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Masjid Kiai Muara Ogan yang berada tepat di belakang Stasiun Kertapati Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Salah satu tokoh yang melegenda di Kota Palembang adalah Ki Marogan.

Bahkan sampai saat ini nama Ki Marogan tidak asing di telinga masyarakat Palembang, terlebih sampai saat ini Masjid Ki Marogan di Seberang Ulu masih berdiri kokoh.

Sebenarnya siapa sih Ki Marogan ini? Berikut Sripoku.com melakukan wawancara ekslusif dengan salah satu keturunannya.

Kiai Marogan ini adalah seorang ulama bernama lengkap Mas Agus Abdul Hamid namun lebih dikenal dengan panggilan Kiai Marogan.

Kompak Tak Hadir di Sidang Perdana,Ini Kata Pengacara Soal Kemungkinan Gading Marten & Gisella Rujuk

MMKSI-BMM Gelar SDC di Sungai Lilin. 64 Karyawan PT Hindoli Diajak Beroffroad

Thai Tea Viral, Ada Apa dengan Es Kepal Milo

Kiai Marogan tak kenal lelah menyebar Syiar Agama Islam di Bumi Sriwijaya khususnya di Kota Palembang.

Lahir dari pasangan Ulama KH Mahmud alias Kanang yang merupakan keturunan dari Sunan Giri dari Jawa yang diasingkan ke Palembang sejak zaman Belanda ini menikah dengan seorang Putri keturunan Cina, bernama Siti Fatimah.

Berdasarkan cerita Piyut atau keturunan ke-5 dari Kiai Marogan bernama Ismail, Kiai Marogan kecil sudah ditinggal ibunya sejak umur 8 tahun. 

Oknum Honorer Dinas PU Nyabu Bareng Penarik Becak

PAD tak Kunjung Meningkat, Pemasangan Taping Box Hotel dan Restoran Miliki Kendala

Fotonya Diupload Dengan Keterangan Tak Senonoh, Wanita Ini Laporkan Mantan Kekasihnya

Tak lama berselang, Kiai Marogan juga harus kehilangan ayahnya saat menunaikan ibadah haji bersamanya melalui jalur laut.  

"Di perjalanan pulang ayah Kiai Marogan, KH Mahmud meninggal dunia. Saat hendak dibawa menepi ke daratan kapal yang dikendarai tidak bisa bergerak meskipun arus sedang kencang. Dengan meminta petunjuk dan berdoa kepada Allah, barulah kapal tersebut bisa bergerak dan KH Mahmud dimakamkan di Negara Yaman," jelas Ismail.

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved