Berita Lubuk Linggau

Buser Polres Lubuklinggau Tembak Mati Bojes, Berikut Daftar Kasus Kejahatannya

Fredy alias Bojes (26), warga Lubuk Kupang Lubuklinggau Selatan ditembak mati oleh anggota buru sergap (buser) Satreskrim Polres Lubuklinggau

Buser Polres Lubuklinggau Tembak Mati Bojes, Berikut Daftar Kasus Kejahatannya
AKBP Dwi Hartono SIk MH 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Fredy alias Bojes (26), warga Lubuk Kupang Lubuklinggau Selatan ditembak mati oleh anggota buru sergap (buser) Satreskrim Polres Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono didampingi Plt Kasubag Humas Ipda Jemmy Gumayel mengatakan, tersangka ditembak mati karena berupaya melarikan diri dan melawan petugas saat dilakukan penangkapan pada Selasa (4/12/2018) petang.

"Saat ditangkap, tersangka berusaha melarikan diri dan melawan dengan membawa sebilah pisau. Sudah dilakukan tembakan peringatan tapi tidak digubris, sehingga anggota dilapangan terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan kearah tersangka," kata AKBP Dwi Hartono, Rabu (5/12/2018).\

Dijelaskan, tersangka Bojes merupakan DPO Polres Lubuklinggau dengan banyak catatan kriminal. Setidaknya sudah ada lima laporan polisi diwilayah Sektor Lubuklinggau Selatan dan Sektor Lubuklinggau Timur yang melibatkan tersangka sebagai pelaku utamanya.

Antara lain tiga kasus dengan laporan polisi diwilayah hukum Polsek Lubuklinggau Timur dan dua kasus diwilayah hukum Polsek Lubuklinggau Selatan.

Bahkan satu kasus kejahatan yang dilakukan tersangka pada 29 September 2017, selain merampok rumah korban, tersangka juga melakukan pemerkosaan terhadap pemilik rumah, yaitu RW (31).

Polisi Tembak Mati Otak Pelaku Penembak Satria Sang Pahlawan Kebajikan

Berita Palembang: Pembunuh Sopir Taksi Online Dituntut 20 Tahun, Sementara Temannya Ditembak Mati

Tembak Mati Pelaku Narkoba

"Untuk kasus diwilayah Taba Pingin, tersangka pelaku memerkosa korbannya. Selain mengambil barang-barang korban, dia juga memperkosa. Jadi pelaku ini sudah meresahkan masyarakat," kata AKBP Dwi Hartono.

Untuk kasus perampokan yang disertai pemerkosaan ini, AKBP Dwi Hartono menjelaskan, saat itu korban terbangun pada malam hari dan turun kebagian bawah rumahnya untuk buang air kecil.

Saat kembali keatas dan mau masuk kamar melanjutkan tidur, didalam rumah tiba-tiba ada seseorang yang langsung menyekap lalu mengikat korban.

Dalam kondisi tak berdaya, korban kemudian diperkosa oleh pelaku. Setelah memerkosa dan mengamb barang-barang dan uang dari rumah korban, pelaku kemudian kabur dari lokasi.

====

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved