Berita Muaraenim

PT Bukit Asam Tbk dan PT Kereta Api (Persero) Tandatangani Perjanjian Pengembangan Angkutan Batubara

PT Bukit Asam Tbk dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), menandatangani Perjanjian Kerangka Kerjasama (Framework Agreement) Pengembangan

PT Bukit Asam Tbk dan PT Kereta Api (Persero) Tandatangani Perjanjian Pengembangan Angkutan Batubara
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
PT Bukit Asam Tbk dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), menandatangani Perjanjian Kerangka Kerjasama (Framework Agreement) Pengembangan Angkutan Batubara Kereta Api Jalur Tanjungenim Baru - Prajin dan Jalur Tanjungenim Baru - Tarahan (Second Line) dab Rencana Jangka Panjang (RJP) Angkutan Batubara 2018 – 2027. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- PT Bukit Asam Tbk dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), menandatangani Perjanjian Kerangka Kerjasama (Framework Agreement) Pengembangan Angkutan Batubara Kereta Api Jalur Tanjungenim Baru - Prajin dan Jalur Tanjungenim Baru - Tarahan (second line) dan Rencana Jangka Panjang (RJP) Angkutan Batubara 2018 – 2027, pada acara perayaan HUT PT KAI yang ke-73 di Pusdiklat PT KAI Bandung.

Baca: Dari Audit Keuangan hingga Transparansi Tim, Ini Harapan 3 Suporter Sriwijaya FC Untuk Gubernur Baru

Penandatanganan ini dilakukan Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin dan Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro.
Menurut Sekper PTBA Suherman, Minggu (30/9/2018), sasaran strategis dari perjanjian ini adalah untuk mencapai peningkatan angkutan batubara dalam kurun waktu 2018-2027, dengan rencana pengembangan kapasitas angkutan batubara Tanjungenim Baru – Prajin dan Tanjuekemasikkanim Baru – Tarahan (Second Line) akan menambah total kapasitas angkutan batubara menjadi 60 juta ton per tahun yang direncanakan beroperasi mulai tahun 2023.

Baca: Sempat Mencapai Rp 45 Ribu Per Kilogram, Kini Harga Ayam Potong di Palembang Turun

Nantinya angkutan batubara jalur Tanjungenim Baru – Prajin memiliki kapasitas minimal 10 juta ton per tahun dan jalur Tanjung Enim Baru – Tarahan (Second Line) memiliki kapasitas minimal 20 juta ton per tahun. Kedua jalur tersebut kini sedang memasuki tahap studi kelayakan dan mulai beroperasi di tahun 2023.

Saat ini, lanjut Suherman, PTBA dan PT KAI telah mengoperasikan angkutan batubara jalur Tanjungenim-Tarahan dengan kapasitas 25 juta ton per tahun dan jalur Tanjunebukim-Dermaga Kertapati dengan kapasitas 5 juta ton per tahun, sehingga pada tahun 2023, angkutan batubara akan memiliki total kapasitas 60 juta ton per tahun.

Baca: Pelamar CPNS di OKU Timur Dibuat Cemas, Website BKN Tak Kunjung Bisa Diakses

Untuk menunjang kelancaran jalannya pengembangan kapasitas angkutan batubara, maka PTBA dan PT KAI bersepakat membentuk Tim Bersama Pengembangan Angkutan Batubara untuk kedua jalur baru ini.

Tim Bersama ini yang akan melakukan studi kelayakan dan tugas lainnya dalam pengembangan angkutan batubara Tanjungenim Baru – Prajin serta Tanjung Enim Baru – Tarahan (Second Line).

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help