Nafsu Kekuasaan

Membendung Nafsu Kekuasaan Untuk Kearifan

Ada sebuah pertanyaan yang membutuhkam jawaban baik baik yang terkait maupun masyarakat umum.

Membendung Nafsu Kekuasaan Untuk Kearifan
ist
Drs.HM. Daud Rusjdi AW

Membendung Nafsu Kekuasaan Untuk Kearifan 
Oleh : Drs.HM. Daud Rusjdi AW

Penulis, Da'i Bidtadwin/Pengurus Masjdi Al Qodr.

Ada sebuah pertanyaan yang membutuhkam jawaban baik baik yang terkait maupun masyarakat umum.

Pertanyaan itu kira-kira terkait apa yang diperoleh bila seseorang suatu saat kehilangan jabatan, kedudukan dan kekuasaannya ?

Jawab yang muncul sangat beragam terkait dari sudut mana malihat memehami pertanyaan tersebut.

Antara lainnya jawabannya mungkin kearifan, tetapi biasanya lebih banyak kesepian, power sindrome atau justru merusak harmoni.

Kosongnya hidup seorang yang kehilangan kekuasaan, jabatan atau kedudukan apapun tingkatannya, biasanya terasa merawankan hati.

Mereka kehilangan arah sehingga tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan diri sendiri.

Bahkan bingung untuk melakukan sesuatu dengan waktu yang ada.

Resah dan gelisah dirasakan sehingga terkadang pula bila tidak diimbangi dengan iman yang kuat, tidak jarang mendorong seseorang dengan mudah melakukan perbuatan-perbuatan negatif.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved