TOPIK
Perawat RS Siloam Dipukul
-
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Palembang masih melakukan penahanan terhadap JT
-
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel, pastikan tak ada pelanggaran kode etik yang dilakukan CRS perawat RS Siloam Sriwijaya
-
"Tentang komentarnya jarum patah, membiarkan pendarahan, lalu judes hingga psikopat, tidak mungkin," ujarnya.
-
Seorang satpam yang bertugas saat peristiwa pemukulan yang dialami perawat RS Siloam Palembang dipecat.
-
Kasus kekerasan terhadap perawat di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya tak hanya berkutat menyorot antara JT yang kini ditetapkan sebagai tersangka dan CRS
-
Permintaan penangguhan penahan JT ditolak. Hingga kini bersangkutan masih dilakukan penahanan di sel Polrestabes Palembang
-
Menurut Psikolog Klinis dan Forensik, Syarkoni, S. Psi., M. Psi kasus penganiayaan yang dilakukan oleh keluarga pasien tersebut seharusnya tidak
-
Sebuah foto beredar menunjukkan JT penganiaya perawar RS Siloam Palembang sedang berada di dalam sel tahanan.
-
Perawat CRS yang menjadi korban penganiayaan oleh keluarga pasien sempat berencana untuk berhenti dari profesinya itu.
-
Kasus penganiayaan perawat yang dilakukan oleh pria berinisial JT kali ini memasuki babak baru.
-
Mengenai latar belakang keluarga Tomi, Samiun mengatakan jika keduanya baru menetap di Kayuagung kurang dari setahun terakhir.
-
Melisa, istri JT pelaku penganiayaan Perawat RS Siloam Sriwijaya awalnya meminta maaf atas perlakuan suaminya tersebut.
-
Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel, Subhan Haikal mengatakan kondisi dari CRS saat ini masih dirawat di RS Siloam untuk mend
-
Sosok Jason yang dikenang warga, maupun teman seprofesi merupakan pribadi yang baik, rajin beribadah dan kerap memberi santunan
-
Membuat Kepala Desa Muara Baru, Samiun terkejut. Lantaran giat penangkapan tersebut tanpa sepengetahuan dirinya.
-
Ternyata, korban sempat memperingatkan keluarga agar tak menggendong pasien setelah jarum infus dilepas.
-
Istri pelaku penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Palembang, Melisa, menulis di akun Facebooknya sebagai owner.
-
Istri pelaku penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Palembang, Melisa, menulis di akun Facebooknya sebagai owner.
-
Menurut saya sebagai orang tua bisa berakibat fatal, apalagi anak saya masih balita," ungkap Melisa mengawali cerita.
-
Bahkan saat menyuntikkan ke anaknya, perawat diakuinya telah melakukan hal tak sesuai prosedur hingga darah bercucuran bahkan ke lantai.
-
Perawat RS Siloam Sriwijaya CRS (28) yang jadi korban penganiayaan oleh seorang keluarga pasien, ternyata akan menikah dalam waktu dekat.
-
Melisa, istri JT, memaparkan fakta dibalik kalapnya suami. Ia merasa diperlakukan tak adil dan berat sebelah.
-
Sebagai orang tua saya pikir wajar jika kita panik, apalagi setelah lihat anak saya sampai keluar darah si suster itu tidak mau meminta maaf
-
"Sama suster itu darah anak saya cuma ditutul-tutul aja pakai tissu toilet. Saya ngga bohong saya berani bersaksi nanti di pengadilan,"
-
Selain meminta maaf, Melisa juga berniat ingin mengkonfirmasi terhadap berita yang beredar yang menurutnya kurang imbang
-
CRS (28) perawat RS Siloam Sriwijaya yang jadi korban penganiayaan oleh seorang keluarga pasien, berharap proses hukum terus berjalan.
-
Menurut Herman Deru seharusnya tidak perlu adanya tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan JT terhadap korban.
-
Gubernur Sumsel Herman Deru menelpon langsung perawat CRS, korban yang dianiaya oleh keluarga pasien JT, melalui sambungan video call, Sabtu (17/4/202
-
Gubernur Sumsel H Herman Deru menelpon langsung perawat CH, korban yang dianiaya oleh keluarga pasien JT melalui sambungan video call, Sabtu (17/4/202
-
Perawat sebagai pekerja yang profesional harusnya mendapatkan perlindungan dari segi keamanan saar bekerja.