Perawat RS Siloam Dipukul

Fakta Infus dan Darah Terkuak, Hasil Investigasi Perawat Siloam Dipukul Keluarga Pasien

"Tentang komentarnya jarum patah, membiarkan pendarahan, lalu judes hingga psikopat, tidak mungkin," ujarnya.

Editor: Yandi Triansyah
ISTIMEWA
Rombongan PPNI mengunjungi CRS, korban penganiayaan di RS Siloam Sriwijaya, Selasa (21/4/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kondisi fisik dan psikis korban penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya berinisial CRS hingga Rabu (21/4/2021) terus membaik.

Hal tersebut diungkap setelah adanya kunjungan langsung dari Ketua Umum PPNI, Harif Fadhillah bersama rombongannya, untuk memberikan support kepada CRS selama masa pemulihannya.

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel mengatakan kunjungan tersebut dilakukan secara eksklusif oleh Ketum PPNI didampingi Dirut RS Siloam, dan legal dan lawyer RS Siloam Sriwijaya pada kemarin Selasa, (19/4/2021).

Setidaknya ada empat point penting yang menjadi topik yang dibahas mengenai kasus penganiyaan terhadap CRS yang dilakukan oleh JT, keluarga pasien pada Kamis (15/4/2021).

Dalam investigasi PPNI, CRS telah menjalankan SOP dengan baik sebagaimana penerapan asuhan keperawatan kepada pasien.

Sehingga dipastikan tidak adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan dalam pelaksanaan SOP selama bekerja.

Hal tersebut tidak seperti yang dituduhkan oleh istri JT mengenai perlakuan yang diterimanya dari CRS sebelum penganiayaan terjadi.

Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:

"Tentang komentarnya jarum patah, membiarkan pendarahan, lalu judes hingga psikopat, tidak mungkin," ujarnya.

Oleh karena itu, PPNI akan terus mengawal proses hukum hingga kasus selesai.

"PPNI akan terus mengawal proses hukum, salah satunya dengan memasukkan lawyer BBH PPNI dalam tim hukum yang akan mendampingi korban," ujarnya.

Tidak hanya PPNI, RS Siloam juga siap mendampingi korban hingga kasus benar-benar selesai, perlindungan diri dari segi kesehatan fisik dan psikis.

Menurutnya, dengan hasil kunjungan tersebut, dia memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan terus berlanjut, hingga pelaku mendapatkan sanksi yang seberat-beratnya.

Dengan membaiknya kondisi CRS saat ini secara fisik dan psikis, PPNI terus memberikan support mental kepadanya agar untuk tetap tegar dan dapat menjalankan tugasnya kembali sebagai perawat.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved