Bule Turki Nikahi Gadis OKI

Kisah Haru Lindawati, Menangis Lepas Putri Menikah dengan Bule Turki dan Tinggal di Luar Negeri

Menurut Lindawati, hubungan asmara putrinya dengan Abdulah telah terjalin selama kurang lebih satu tahun.

Tayang:
Penulis: Nando Davinchi | Editor: Odi Aria
Handout
DINIKAHI BULE TURKI- Lindawati, ibu kandung mempelai wanita, menceritakan perjuangan dan rasa harunya menjelang pernikahan putrinya dengan pria asal Turki di Kayuagung, Kamis (4/6/2026) malam 

Ringkasan Berita:
  • Warga Turki, Abdulah Ozdemir, akan menikahi Yuni Maryana, gadis asal Kayuagung, OKI, pada Jumat (5/6/2026)
  • Ibu mempelai wanita, Lindawati, mengaku sempat sakit selama dua hari karena khawatir paspor calon menantunya tertahan akibat penutupan bandara di Turki
  • Setelah menikah, pasangan tersebut berencana menetap di Turki, namun akan menghabiskan sekitar satu bulan terlebih dahulu di Indonesia

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Kisah cinta lintas negara antara Yuni Maryana, warga Kelurahan Jua-jua, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dengan pria asal Turki, Abdulah Ozdemir bin Ilhami Ozdemir, menyisakan cerita haru menjelang hari pernikahan mereka.

Kedatangan Abdulah di lingkungan RT 02, Lingkungan 02, Kelurahan Jua-jua menjadi perhatian warga sekitar. Pasalnya, pria asal Aryonkarahisar, Turki, tersebut dijadwalkan melangsungkan akad nikah dengan Yuni Maryana pada Jumat (5/6/2026).

Di tengah persiapan pernikahan yang berlangsung meriah dengan dekorasi bunga bernuansa merah, Lindawati, ibu kandung Yuni, mengungkapkan perjalanan panjang yang dilalui pasangan tersebut hingga akhirnya dapat bersatu.

Menurut Lindawati, hubungan asmara putrinya dengan Abdulah telah terjalin selama kurang lebih satu tahun.

Awalnya, ia tidak terlalu menanggapi serius hubungan tersebut karena menganggap jarak dan perbedaan negara menjadi kendala besar.

"Perasaan saya awalnya biasa saja, cuek saja, tidak begitu diperhatikan. Masa orang sana mau sama orang sini, pikir saya. Tapi mereka sudah sekitar satu tahun pacaran," ujar Lindawati saat ditemui di kediamannya, Kamis (4/6/2026) malam.

Keseriusan Abdulah mulai terlihat ketika orang tuanya menyampaikan niat untuk meminang Yuni. Meski terkendala perbedaan bahasa, komunikasi tetap berjalan dengan bantuan Yuni yang menerjemahkan percakapan dari bahasa Inggris.

Lindawati mengatakan proses menuju hari pernikahan tidak berjalan mulus.

Ia mengaku sempat mengalami tekanan hingga jatuh sakit selama dua hari setelah mengetahui paspor Abdulah mengalami kendala dan tidak bisa keluar dari Turki akibat penutupan sejumlah bandara.

"Bukan lagi khawatir, saya sempat sakit dua hari karena kepikiran. Katanya paspornya tidak bisa keluar dari Turki karena bandara ditutup semua," katanya.

Baca juga: Kisah Cinta Pria Turki dengan Gadis Kayuagung, Sempat Saling Blokir WhatsApp Jelang Pernikahan

Beruntung, berkat bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), dokumen perjalanan Abdulah akhirnya berhasil diurus sehingga ia dapat berangkat ke Indonesia.

"Alhamdulillah berkat bantuan pihak kedutaan besar kita, paspornya bisa dicari dan dibantu dikeluarkan setelah kami minta tolong," ujarnya.

Akibat kendala tersebut, kedua orang tua Abdulah tidak dapat mendampingi putranya ke Indonesia. Abdulah pun datang seorang diri ke Kayuagung untuk melangsungkan akad nikah.

Dalam keseharian, Yuni dan Abdulah berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris karena Yuni belum menguasai bahasa Turki.

Setelah resmi menikah nanti, pasangan tersebut berencana menetap di Turki. Namun sebelum berangkat, keduanya akan menghabiskan waktu sekitar satu bulan di Indonesia.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved