Berita Prabumulih

Capaian Gemilang, Dua Pengeboran Sumur Berhasil Tambah Produksi PT PEP Zona 4

Pada tes uji alir awal, potensi produksi maksimum yang bisa didapat dari keberhasilan dua pengeboran ini sebesar 4834,8 barel oil per day (BOPD).

Tayang:
Penulis: Edison Bastari | Editor: tarso romli
Sripoku.com/handout/tidak ada
PENGEBORAN SUMUR MINYAK - PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 Prabumulih berhasil mengebor dua sumur minyak di Talang Jimar dan Gunung Kemala Prabumulih dengan hasil alir awal sebesar 4834,8 barel oil per day (BOPD). 

Ringkasan Berita:
  • PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 sukses melakukan program pengembangan dua sumur minyak yang berada di wilayah kerja Prabumulih Field yakni sumur TLJ-261 dan GNK-113.
  • Pada tes uji alir awal, potensi produksi maksimum yang bisa didapat dari keberhasilan dua pengeboran ini sebesar 4834,8 barel oil per day (BOPD).
  • Keberhasilan ini tak hanya berkat kinerja Pertamina EP Zona 4, namun juga dukungan pemerintah setempat dan masyarakat.

 

Baca juga: Petro Muba-Pertamina EP Resmi Kelola 490 Sumur Minyak Tua, Permen ESDM No 14 Masih Tunggu Gubernur


SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 sukses melakukan program pengembangan dua sumur minyak yang berada di wilayah kerja Prabumulih Field yakni sumur TLJ-261 dan GNK-113. Pada tes uji alir awal, potensi produksi maksimum yang bisa didapat dari keberhasilan dua pengeboran ini sebesar 4834,8 barel oil per day (BOPD).

‎‎General Manager Pertamina EP Zona 4 Djudjuwanto mengatakan capaian ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan untuk menjaga ketahanan energi nasional.

"Tantangan natural decline direspons dengan akurasi teknik pengeboran dan kerja cerdas di lapangan. Kami mengoptimalkan potensi lapangan eksisting," ungkap Djudjuwanto kepada wartawan, Kamis (4/6/2026). 

‎Strategi yang diterapkan dengan pengeboran step out/interfield untuk menambah volume dan cadangan baru.

Metode step out atau interfield adalah pengeboran pada struktur geologi yang sama untuk menemukan potensi atau cadangan baru di area yang belum dilakukan pengeboran.

‎TLJ-261 dan GNK-113 didapat dengan metode infill drilling yakni pengembangan lapangan migas melalui pengeboran sumur tambahan di antara sumur-sumur eksisting guna mengoptimalkan pengurasan reservoir dan memaksimalkan potensi hidrokarbon.

‎Sumur pertama, TLJ-261 terletak di antara Struktur Talang Jimar Tengah dan Struktur Prabumulih Barat.

Sumur ini tajak pada 20 April 2026 dan komplesi sumur selesai pada 27 Mei 2026.

Uji alir awal atau initial flow test dilakukan pada 27 Mei 2026 dan menunjukkan potensi produksi sumur tersebut mencapai 3.176,8 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,5 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) pada kondisi dialirkan bebas tanpa hambatan (open flow).

‎Sumur TLJ-261 akan diproduksikan dengan pengontrol laju aliran bukaan 9 mm sehingga produksi regular yang berjalan sebesar 707 BOPD.

Laju produksi tersebut disesuaikan dengan strategi pengelolaan reservoir guna menjaga keberlanjutan produksi dan kinerja sumur secara optimal setelah pelaksanaan initial flow test. 

‎Keberhasilan di Sumur TLJ-261 membuka peluang bagi PEP Zona 4 untuk melanjutkan pengembangan lapangan di area kompartemen Talang Jimar Barat.

Optimisme tersebut bersamaan dengan keberhasilan pengembangan Sumur GNK-113 yang juga berada di wilayah PEP Prabumulih Field, tepatnya di Struktur Gunung Kemala sektor III.

‎Melalui initial flow test pada Minggu (31/5/2026), PEP Zona 4 mencatat potensi produksi minyak sumur tersebut mencapai 1.658 BOPD dan gas 1,453 MMSCFD.

Pengeboran GNK-113 merupakan sumur infill dari pengembangan lanjutan di area Gunung Kemala.

Keberhasilan ini membuka peluang pengembangan lapangan Gunung Kemala di area bagian utara pada kompartemen sektor III dan step out bagian timur.

‎"Capaian pada Sumur TLJ-261 dan GNK-113 semakin memperkuat keyakinan kami terhadap potensi pengembangan lanjutan (new area development) di area Talang Jimar maupun Gunung Kemala. Pada 2027 mendatang, PEP Zona 4 berencana melanjutkan pengeboran sumur dengan metode step out/interfield maupun infill sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi reservoir di wilayah tersebut," ujar Sr Manager SSDP PEP Zona 4 Reza Nur Ardianto.

‎Keberhasilan pengeboran sumur migas untuk mendukung ketahanan energi nasional tak hanya berkat kinerja Pertamina EP Zona 4, namun juga berkat dukungan pemerintah setempat dan masyarakat.

Karenanya, setiap pengeboran dilakukan sosialisasi.

‎PEP Prabumulih Field melaksanakan sosialisasi pengeboran Sumur TLJ-A38 pada 10 Maret 2026 di Kantor Lurah Sukaraja.

Kegiatan itu dihadiri oleh Lurah Sukaraja Andriansyah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Sukaraja. 

Sementara itu, sosialisasi Sumur GNK-113 dilaksanakan pada 30 Maret 2026 di Kantor Lurah Patih Galung.

Sosialisasi dihadiri Lurah Patih Galung Amirul, tokoh agama dan masyarakat Patih Galung, serta perwakilan masyarakat setempat.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: GMPB Prabumulih Desak Pertamina EP Aset 2 Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved