Berita Prabumulih

Permudah Layanan, Pemkot Prabumulih Pindahkan Tempat Mangkal Bus Damri

Kabar gembira bagi mahasiswa dan masyarakat kota Prabumulih yang biasa memanfaatkan bus Damri untuk kuliah ke Indralaya dan kota Palembang.

Penulis: Edison Bastari | Editor: tarso romli
handout
DIPINDAHKAN - Tempat mangkal bus Damri di Prabumulih dipindahkan ke Pasar Terpadu Modren (PTM) supaya memudahkan mahasiswa dan para pegawai ingin kuliha ke Unsri Indralaya dan keKota Palembang. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Kabar gembira bagi para mahasiswa dan masyarakat kota Prabumulih yang biasa memanfaatkan bus Damri untuk kuliah ke Indralaya dan kota Palembang.

Penyebabnya, mulai Senin (1/9/2025) bus damri yang biasa mangkal di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan DKT atau Koramil 404-02/Prabumulih akan pindah di depan Pasar Tradisional Modern (PTM) kota Prabumulih.

Pemindahan tersebut disampaikan langsung Walikota Prabumulih H Arlan dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Arlus SPd belum lama ini.

Upaya pemindahan tempat mangkalnya Damri tersebut ditujukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan Bus Damri.

"Dengan dipindahkan ke PTM akan mendekatkan pelayanan ke masyarakat khususnya yang pengguna bus Damri," ungkap Walikota H Arlan.

Pemerintah kota Prabumulih melalui Dinas Perhubungan bahkan telah melakukan koordinasi dengan pihak Damri untuk rencana pemindahan tempat mangkal tersebut.

"Selama ini mangkal di Jalan Lintas di DKT namun jaraknya cukup jauh," katanya.

Dengan pindah ke PTM tersebut, penumpang yang turun naik dapat nantinya mampir berbelanja di pasar hingga menumbuhkan perekonomian di kota Prabumulih dan meningkatkan pembeli.

"Semoga dapat menghidupkan kawasan itu lagi dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan kota Prabumulih telah menyebar pengumuman terkait rencana pemindahan lokasi damri tersebut.

Pemindahan tempat mangkalnya Damri disambut senang masyarakat khususnya para mahasiswa yang biasa menggunakan transportasi tersebut.

"Biasanya di depan DKT, cukup jauh, kalau di PTM bisa ke sana tak perlu nunggu lama-lama lagi di pinggir jalan atau naik travel plat hitam," tutur Akbar, satu di antara mahasiswa saat dibincangi.

Akbar mengaku menaiki bus Damri menjadi alternatif menghemat keuangan karena biaya atau ongkos lebih murah dibandingkan naik travel plat hitam.

"Kalau plat hitam mahal bisa mencapai 50 ribu, kalau damri hanya sekitar Rp 20 ribu ongkosnya, lebih hemat," katanya.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Update Daftar Anggota DPR RI Dicopot dan Dinonaktifkan Parpol, Jabatan Sri Mulyani Disorot

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved