Berita Prabumulih

Walikota Prabumulih Usulkan 324 Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu

Sebanyak 324 honorer tidak lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja akan diusulkan untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu.

Penulis: Edison Bastari | Editor: tarso romli
sripoku.com/edison bastari
LOKASI PELANTIKAN - Gedung Islamic Center di Jalan Lingkar Timur Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur akan dijadikan alternatif lokasi pelantikan PPPK tahap I lota Prabumulih. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Sebanyak 324 honorer yang tidak lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan diusulkan untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu.

Usulan tersebut akan disampaikan Pemerintah Kota Prabumulih melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ke kementerian untuk memperjelas nasib para honorer itu.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala BKPSDM Prabumulih, Efran Santiaji, didampingi Sekretaris BKPSDM Welansyah dan Kepala Bidang BKPSDM Indra Kurniawan kepada wartawan belum lama ini.

"Semua akan diusulkan namun ada dua kategori yakni prioritas dan non prioritas. Pak walikota ingin mengusulkan semua honorer karena memang mereka semua sudah lama mengabdi dan pantas mendapatkan kesempatan," tutur Efran kepada wartawan.

Efran menjelaskan dari 324 honorer yang diusulkan, masing-maaing sebanyak 179 orang masuk dalam kategori prioritas karena sudah tercatat dalam database resmi BKN. 

"Sementara 145 lainnya termasuk dalam kategori non prioritas yang terdiri dari honorer dengan kode R4 dan R5. Semua sudah diusulkan ke pemerintah pusat, tinggal menunggu hasil evaluasi," jelasnya.

Efran menuturkan pengangkatan PPPK paruh waktu ini merupakan bentuk perhatian Pemkot Prabumulih khususnya Walikota Prabumulih H Arlan terhadap tenaga honorer yang selama ini berkontribusi besar dalam pelayanan publik di kota ini. 

Baca juga: Terkait Aksi Damai, Sekolah Libur Dua Hari dan Siswa Belajar Mandiri di Rumah

"Pak Wali sangat peduli terhadap honorer yang sudah lama bekerja dan ini merupakan bentuk penghargaan dan dukungan agar mereka tetap dapat bekerja dengan status PPPK paruh waktu," tuturnya.

Efran menambahkan, pihaknya tengah menghitung secara rincian kemampuan keuangan daerah sebelum pengusulan resmi disampaikan ke pusat.

"Kami harus memastikan dulu bahwa anggaran daerah mampu membiayai pengangkatan PPPK paruh waktu ini. Ini agar tidak terjadi masalah dikemudian hari," tambahnya.

Upaya Pemkot Prabumulih melalui BKPSDM yang mengusulkan semua honorer tak lulus seleksi PPPK menjadi PPPK paruh waktu, mendapat apresiasi dari berbagai pihak terutama tenaga honorer. 

"Kami ini sudah lama jadi honorer, kemarin tidak lulus dan kalau kami dirumahkan artinya sia-sia kami jadi honorer selama ini. Kami berharap sekali diangkat jadi PPPK paruh waktu sehingga kami tidak jadi pengangguran di kota Prabumulih ini," kata satu di antara honorer ketika dibincangi.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Efriansyah Petinju Empat Lawang Menang TKO Ronde Pertama Pada Gelaran Lubuk Linggau Fight Night 4.0


 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved