Editor Nasional
Kondisi jenazah yang rusak parah dan rapuh akibat suhu panas ekstrem membuat metode identifikasi fisik sulit dilakukan.
Kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat membuat proses pencocokan data fisik tidak dapat dilakukan secara visual.
Kepolisian Resor Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) untuk sejumlah pejabat utama
Palembang berhasil menduduki peringkat pertama di Sumatera Selatan sekaligus menempati posisi ke-9 kota paling maju di luar Pulau Jawa.
Kehadiran mereka untuk mengikuti kompetisi "Kapolres OKI Cup" dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan serta menyerahkan bantuan modal usaha.
PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat peran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sebagai penggerak ekonomi daerah.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh kakeknya sendiri, Heri, dalam posisi mengambang di tepian Sungai Musi, Desa Rantau Dodor
Fokus pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar ini membuat Herman Deru kini kerap dijuluki sebagai "Gubernur Jembatan".
Kondisi ini dikeluhkan para pedagang karena menghambat aktivitas jual-beli dan memicu penurunan omzet.
Hj. Yetti Oktarina Prana resmi ditetapkan sebagai Ketua DPW Perempuan Bangsa Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masa bakti 2026-2031.
Desakan ini muncul menyusul kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang merenggut 18 korban jiwa.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) memberikan apresiasi kepada jajaran
Daftar korban meninggal dunia dalam tragedi bus ALS di Musi Rawas Utara (Muratara) bertambah menjadi 17 orang.
Muhammad Tahrul Hubaidi (31), pemuda asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, resmi tercatat sebagai korban tewas ke-17
Hingga kini, jumlah pasti korban dalam insiden tersebut masih simpang siur akibat adanya dugaan penumpang tidak resmi.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang berharga raib digondol pencuri dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta.
Warga merasa dipaksa untuk menerima harga Rp150.000 per meter persegi yang ditetapkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Apalagi lahan gambut dan organik di wilayah tersebut sangat rentan terbakar, terlebih dengan kedekatan lokasi pertambangan
Ikatan Alumni Universitas Sriwijaya (IKA Unsri) menyoroti tajam minimnya perhatian dan empati dari pihak RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal