Berita Palembang

Gencar Bangun Infrastruktur, Herman Deru Dijuluki 'Gubernur Jembatan'

Fokus pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar ini membuat Herman Deru kini kerap dijuluki sebagai "Gubernur Jembatan".

Tayang:
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Handout
RESMIKAN JEMBATAN - Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wagub Cik Ujang saat meresmikan 17 jembatan di wilayah Sumsel, beberapa waktu lalu 

Ringkasan Berita:
  • Masifnya pembangunan infrastruktur jembatan di 17 kabupaten/kota di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang mendapat sorotan positif
  • Fokus pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar ini membuat Herman Deru kini kerap dijuluki sebagai "Gubernur Jembatan".
  • Tercatat, kata dia ada puluhan hingga ratusan  jembatan yang telah dibangun dalam kepemimpinan Herman Deru

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Masifnya pembangunan infrastruktur jembatan di 17 kabupaten/kota di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang mendapat sorotan positif dari para pengamat. 

Fokus pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar ini membuat Herman Deru kini kerap dijuluki sebagai "Gubernur Jembatan".

Menurut praktisi Survei Arianto, Pembangunan  jembatan di berbagai kabupaten dan kota yang gencar dilakukan Gubernur Herman Deru, akan berdampak dengan naiknya tingkat kepuasan ( approval rating ) terhapus kinerja Herman Deru di mata masyarakat . 

Salah satu instrumen yang biasanya ada dalam tingkat kepuasan masyarakat adalah  pembangunan infrastruktur, yang salah satunya adalah jembatan. 

Dalam masa kepemimpinan Herman Deru sebagai Gubernur Sumsel, sudah 17 jembatan yang telah di bangun, baik itu yang menghubungkan kabupaten dan kota serta jembatan tersendiri, sehingga sekarang dianggap sebagai 'Gubenur Jembatan'. 

Tentunya dengan adanya jembatan yang terhubung antar kabupaten  atau kota, menurut praktisi Survei Arianto, hal itu akan dapat meningkatkan pergerakan dan kemudahan roda perekonomian masyarakat. 

Tercatat, kata dia ada puluhan hingga ratusan  jembatan yang telah dibangun dalam kepemimpinan Herman Deru.

Bukan jembatan saja,  infrastruktur jalan yang dibangun menghubungkan antar kabupaten juga gencar di bangun oleh Herman Deru.  

Kerja ini sangat berdampak dengan kebutuhan dasar terutama mempermudah pergerakan perekonomian masyarakat, dampaknya pasti sangat dirasakan masyarakat baik kelas bawah, menengah dan atas, bukan proyek mercusuar yang kalau dibangun hanya di rasakan kalangan menengah ke atas  saja.

"Wajar kalau Herman deru dijuluki  sebagai Gubernur jembatan,' kata  Direktur lembaga Survei nasional Lembaga kajian publik independen , Arianto, Sabtu (9/5/2026).

Mantan peneliti lembaga survei Indonesia ( LSI ) ini yakin, gebrakan pembangunan jembatan yang terus dilakukan Herman Deru kedepan, akan berdampak kuat dengan tingginya approval rating sebagai seorang Gubernur Sumsel, meskipun Herman Deru tidak bisa lagi mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumsel mendatang.
 
Disisi lain, Pelabuhan Tanjung Carat yang digencarkan pembangunannya oleh Herman Deru, lanjut pria lulusan terbaik ilmu komunikasi politik ini dipastikan juga akan berefek besar hidupnya perekonomian masyarakat Sumsel.

"Gebrakan pembangunan jembatan  di berbagai daerah dan pembangunan Tanjung Carat serta pembuatan jalan khusus bagi truk lalu lintas pertambangan batubara patut diacungkan jempol  selama kepemimpinan Herman Deru. Ini akan menjadi moment yang akan dikenang masyarakat Sumsel apabila pembangunan Tanjung Carat terealisasi dan selesai di massa kepemimpinan Herman Deru," pungkas mahasiswa doktoral FISIP ini dengan lantang.

Sementara pengamat kebijakan publik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Muhammad Husni Tamrin menilai, dengan adanya jembatan penghubung antara satu daerah ke daerah lain, jelas akan membantu masyarakat.

"Dari perspektif kebijakan publik, infrastruktur jembatan bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan mobilitas masyarakat," ujar Husni.

Dijelaskannya, dengan semakin baiknya akses transportasi, biaya distribusi barang dan waktu tempuh masyarakat dapat berkurang, sehingga aktivitas ekonomi lokal berpotensi tumbuh lebih cepat. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved