Bus Terbakar di Muratara
Polda Sumsel Dalami Dugaan Penumpang Gelap Bus ALS, Manifes Tak Akurat
Hingga kini, jumlah pasti korban dalam insiden tersebut masih simpang siur akibat adanya dugaan penumpang tidak resmi.
Ringkasan Berita:
- Polda Sumatera Selatan (Sumsel) tengah melakukan pendalaman intensif terkait ketidaksesuaian data manifes penumpang bus Antar Lintas Sumatera (ALS)
- Hingga kini, jumlah pasti korban dalam insiden tersebut masih simpang siur akibat adanya dugaan penumpang tidak resmi.
- Berdasarkan informasi yang beredar, manifes resmi hanya mencatat lima penumpang, namun saat kejadian ditemukan 18 orang di dalam bus
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) tengah melakukan pendalaman intensif terkait ketidaksesuaian data manifes penumpang bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang mengalami kecelakaan maut di Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026).
Hingga kini, jumlah pasti korban dalam insiden tersebut masih simpang siur akibat adanya dugaan penumpang tidak resmi.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara data resmi manajemen dengan fakta di lapangan.
Berdasarkan informasi yang beredar, manifes resmi hanya mencatat lima penumpang, namun saat kejadian ditemukan 18 orang di dalam bus (14 penumpang dan 4 kru).
"Hingga hari ini manifes akurat masih kami dalami. Ada dugaan sementara bus mengambil penumpang di jalan atau penumpang gelap tanpa tiket resmi," ujar Kombes Pol Nandang di Palembang, Jumat (8/5/2026).
Selain masalah manifes, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel mengaku mengalami kesulitan dalam pendataan awal identitas 16 korban tewas.
Hingga saat ini, tim baru menerima 11 sampel DNA dari pihak keluarga, sementara 5 lainnya masih ditunggu.
Polda Sumsel mengimbau masyarakat yang merasa anggota keluarganya menumpangi bus nahas tersebut untuk segera melapor ke RS Bhayangkara Moh Hasan guna pengambilan sampel pembanding.
Plh Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, menegaskan bahwa daftar nama korban yang sempat beredar sebelumnya bukanlah hasil identifikasi final forensik, melainkan data awal dari berbagai sumber informasi keluarga.
"Kami sedang melakukan identifikasi fisik dan mencocokkan data ante-mortem dari keluarga. Namun, sampel DNA masih dikirim ke Pusdokkes Polri dan hasilnya baru akan keluar beberapa hari ke depan," jelas Andrianto.
Ia menekankan bahwa jenazah tidak dapat langsung diserahkan kepada pihak yang mengaku keluarga sebelum seluruh tahapan rekonsiliasi selesai secara akurat.
"Jenazah tidak bisa langsung dibawa. Harus melewati banyak proses agar benar-benar diserahkan kepada ahli waris yang tepat berdasarkan petunjuk pimpinan dan hasil identifikasi yang akurat," pungkasnya.
| Polisi Terus Dalami Kasus Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Kernet Selamat Belum Dibolehkan Pulang |
|
|---|
| Bagaimana Kondisi Korban Selamat Pasca Bus ALS Terbakar di Muratara? Dokter Pantau Jaringan Nekrotik |
|
|---|
| Polres Banyuasin Kawal Jenazah Korban Kecelakaan Maut Bus ALS ke Mandailing Natal Sumatera Utara |
|
|---|
| Bangkai Truk Tangki yang Terlibat Kecelakaan Maut dengan Bus ALS Dievakuasi, Nyaris Makan Korban |
|
|---|
| Isak Tangis Keluarga Iringi Penyerahan Jenazah Lakalantas Bus ALS, Jasa Raharja Siapkan Santunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Kombes-Nandang-dan-AKBP-Andrianto.jpg)