Bus Terbakar di Muratara

Polda Sumsel Dalami Dugaan Penumpang Gelap Bus ALS, Manifes Tak Akurat

Hingga kini, jumlah pasti korban dalam insiden tersebut masih simpang siur akibat adanya dugaan penumpang tidak resmi.

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Andi Wijaya
DARI KIRI KE KANAN - Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Plh Kabid Dokkes Polda Sumsel AKBP Andrianto (tengah) memberikan pernyataan terkait perkembangan insiden kecelakaan maut hingga terbakar dengan truk tangki di Karang Jaya Musi Rawas Utara, Jumat (8/5/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Polda Sumatera Selatan (Sumsel) tengah melakukan pendalaman intensif terkait ketidaksesuaian data manifes penumpang bus Antar Lintas Sumatera (ALS)
  • Hingga kini, jumlah pasti korban dalam insiden tersebut masih simpang siur akibat adanya dugaan penumpang tidak resmi.
  • Berdasarkan informasi yang beredar, manifes resmi hanya mencatat lima penumpang, namun saat kejadian ditemukan 18 orang di dalam bus 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) tengah melakukan pendalaman intensif terkait ketidaksesuaian data manifes penumpang bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang mengalami kecelakaan maut di Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026). 

Hingga kini, jumlah pasti korban dalam insiden tersebut masih simpang siur akibat adanya dugaan penumpang tidak resmi.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara data resmi manajemen dengan fakta di lapangan. 

Berdasarkan informasi yang beredar, manifes resmi hanya mencatat lima penumpang, namun saat kejadian ditemukan 18 orang di dalam bus (14 penumpang dan 4 kru).

"Hingga hari ini manifes akurat masih kami dalami. Ada dugaan sementara bus mengambil penumpang di jalan atau penumpang gelap tanpa tiket resmi," ujar Kombes Pol Nandang di Palembang, Jumat (8/5/2026).

Selain masalah manifes, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel mengaku mengalami kesulitan dalam pendataan awal identitas 16 korban tewas. 

Hingga saat ini, tim baru menerima 11 sampel DNA dari pihak keluarga, sementara 5 lainnya masih ditunggu.

Polda Sumsel mengimbau masyarakat yang merasa anggota keluarganya menumpangi bus nahas tersebut untuk segera melapor ke RS Bhayangkara Moh Hasan guna pengambilan sampel pembanding.

Plh Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, menegaskan bahwa daftar nama korban yang sempat beredar sebelumnya bukanlah hasil identifikasi final forensik, melainkan data awal dari berbagai sumber informasi keluarga.

"Kami sedang melakukan identifikasi fisik dan mencocokkan data ante-mortem dari keluarga. Namun, sampel DNA masih dikirim ke Pusdokkes Polri dan hasilnya baru akan keluar beberapa hari ke depan," jelas Andrianto.

Ia menekankan bahwa jenazah tidak dapat langsung diserahkan kepada pihak yang mengaku keluarga sebelum seluruh tahapan rekonsiliasi selesai secara akurat.

"Jenazah tidak bisa langsung dibawa. Harus melewati banyak proses agar benar-benar diserahkan kepada ahli waris yang tepat berdasarkan petunjuk pimpinan dan hasil identifikasi yang akurat," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved