Perangkat Pembelajaran
Contoh Kegiatan Kokurikuler Apresiasi Teater/Film, Program Literasi Visual
Bukan nonton biasa! Yuk, bedah unsur intrinsik teater dan film untuk asah empati & nalar kritis siswa melalui program literasi visual yang seru ini.
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ringkasan Berita:
- Program kokurikuler "Apresiasi Lensa & Panggung" mengubah kegiatan menonton film dan teater menjadi sarana belajar kritis dan empatik
- Siswa diajak membedah unsur intrinsik seperti karakter, alur, simbol, serta pesan tersirat untuk melatih empati dan logika berpikir
- Melalui aktivitas kreatif, mereka tidak lagi sekadar penonton, melainkan pengamat yang membaca dunia lewat setiap adegan
SRIPOKU.COM - Selama ini, menonton film atau pertunjukan teater seringkali hanya dianggap sebagai sarana hiburan pelepas penat.
Namun, di tangan para siswa dalam program kokurikuler terbaru kali ini, kegiatan menonton bertransformasi menjadi sebuah perjalanan intelektual yang mendalam.
Dengan tajuk "Apresiasi Lensa & Panggung", siswa diajak untuk melakukan "Bukan Nonton Biasa!"
Baca juga: Contoh Kegiatan Kokurikuler Workshop Membatik, Menghidupkan Kurikulum Lewat Canting
Menembus Dinding Keempat
Program ini mengajak siswa untuk mengintip serunya membedah unsur intrinsik yang membangun sebuah karya.
Tidak hanya sekadar tahu siapa tokoh utamanya, siswa didorong untuk menganalisis psikologi karakter, membedah struktur plot, hingga menangkap pesan tersirat yang diselipkan sutradara melalui tata cahaya atau musik latar.
Mengasah Empati Melalui Karakter
Salah satu fokus utama dari bedah unsur intrinsik ini adalah pengembangan empati.
Saat membedah tokoh (penokohan), siswa belajar untuk tidak terburu-buru menghakimi karakter "jahat".
Mereka diajak menelusuri latar belakang sosiologis dan psikologis sang tokoh.
Melalui proses ini, siswa berlatih menempatkan diri di posisi orang lain—sebuah keterampilan sosial (soft skill) yang sangat krusial di era modern.
Mereka belajar bahwa di balik setiap tindakan, ada cerita yang membentuknya.
Berpikir Kritis di Balik Layar
Selain empati, kemampuan berpikir kritis menjadi mesin utama dalam kegiatan ini.
Siswa tidak lagi menelan mentah-mentah informasi yang tersaji di layar atau panggung. Mereka mulai bertanya:
- Mengapa konflik ini harus terjadi?
- Apakah resolusi ceritanya logis?
- Apa amanat yang relevan dengan kehidupan kita saat ini?
| 20 Contoh Jurnal Harian Mengajar Guru IPAS Kelas 4 SD Fase B, Format Terbaru 2026 |
|
|---|
| Panduan Lengkap Membuat RPP, Modul Ajar Hingga Materi Berdiferensiasi Menggunakan AI |
|
|---|
| Contoh Rancangan Kegiatan Kokurikuler Tema Jelajah Jejak Sejarah dan Budaya Lokal Jenjang SD 2026 |
|
|---|
| 35 Prompt AI Membuat RPP Otomatis, Solusi Administrasi Guru Modern 2026 |
|
|---|
| Panduan Menyusun Perangkat Pembelajaran Otomatis Menggunakan AI: RPP hingga Modul Ajar Deep Learning |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Kokurikuler-Tema-Apresiasi-Teater-Film.jpg)