Perangkat Pembelajaran

Contoh Kegiatan Kokurikuler Workshop Membatik, Menghidupkan Kurikulum Lewat Canting

Workshop Membatik: Cara seru sekolah tanamkan cinta budaya dan karakter. Menghidupkan Kurikulum Lewat Canting.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI KEGIATAN KOKURIKULER - Workshop Membatik: Cara seru sekolah tanamkan cinta budaya dan karakter. Menghidupkan Kurikulum Lewat Canting. 

2. Sasaran Peserta

Siswa Kelas VII (SMP) atau Kelas X (SMA) sebagai bagian dari materi Seni Rupa.

3. Rincian Kegiatan (Agenda)

Waktu Kegiatan Deskripsi
08.00 - 08.45 Pengantar Teori Penjelasan sejarah singkat, jenis-jenis motif, dan pengenalan alat/bahan.
08.45 - 10.15 Sesi Praktik I

Batik: Membuat pola di kain & mulai mencanting.

Gerabah: Pembentukan tanah liat sesuai teknik yang dipilih.

10.15 - 10.30 Istirahat -
10.30 - 12.00 Sesi Praktik II

Batik: Proses pewarnaan dan pelorodan (penghilangan lilin).

Gerabah: Finishing/penghalusan dan pemberian tekstur.

12.00 - 13.00 Refleksi & Evaluasi Siswa mempresentasikan hasil karyanya dan saling memberi apresiasi.

4. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Opsi A: Workshop Membatik

  • Kain mori (ukuran 30x30 cm atau 50x50 cm).
  • Canting dan malam (lilin batik).
  • Wajan kecil dan kompor listrik/gas.
  • Pewarna sintetis (napthol/indigosol) atau pewarna alami.

Opsi B: Workshop Gerabah

  • Tanah liat (clay) yang sudah siap pakai.
  • Butsir (alat pembentuk dari kayu/kawat).
  • Meja putar (jika tersedia) atau papan alas.
  • Spons dan air untuk menghaluskan.

5. Instrumen Penilaian (Output Kokurikuler)

Sebagai kegiatan kokurikuler, siswa tidak hanya membuat karya, tetapi juga wajib menyusun laporan singkat yang berisi:

  1. Laporan Proses: Dokumentasi foto tahap-tahap pembuatan (sebelum, saat, dan sesudah).
  2. Analisis Motif: Deskripsi mengenai motif yang dibuat dan filosofinya (untuk batik) atau fungsi benda yang dibuat (untuk gerabah).
  3. Self-Reflection: Apa kendala yang dihadapi saat praktik dan bagaimana cara mengatasinya.

Tips Sukses Penyelenggaraan:

  • Undang Narasumber: Bekerjasamalah dengan pengrajin lokal agar siswa mendapatkan pengalaman otentik.
  • Pameran Mini: Hasil karya terbaik dapat dipajang di koridor sekolah atau perpustakaan untuk memotivasi siswa lain.
Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved