Modul Ajar
Contoh Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 11 SMA/MA, Materi Unit 8 Mencegah Bahaya HIV/AIDS
Peserta didik pada jenjang SMA/SMK Kelas XI umumnya telah memiliki pengetahuan dasar tentang sistem reproduksi manusia
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
Pada akhir Fase F, peserta didik menerapkan dan mengevaluasi keterampilan gerak spesifik, konsep gerak, dan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak baru yang menantang untuk meningkatkan kinerja gerak. Peserta didik memeragakan dan mengevaluasi fair play, perilaku etis, pendekatan kepemimpinan, dan strategi kolaborasi dalam berbagai konteks gerak. Mereka mengevaluasi efektivitas strategi peningkatan partisipasi dan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen dan Capaian Pembelajaran
Terampil Bergerak: Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak tiap konsep pada capaian keterampilan gerak.
Belajar melalui Gerak: Peserta didik mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak yang berbeda. Peserta didik memeragakan fair play dan mengevaluasi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan kelompok. Peserta didik merencanakan, menerapkan, dan menyempurnakan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi.
Bergaya Hidup Aktif: Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebugaran dan menginvestigasi dampak partisipasi yang teratur terhadap kesehatan. Peserta didik berpartisipasi dalam aktivitas kebuga-ran di luar ruang dan /atau lingkungan alam, dan merancang strategi peningkatan pemanfaatannya. Peserta didik merancang strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan.
Memilih Hidup yang Menyehatkan: Peserta didik mengevaluasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani serta mempromosikannya menggunakan berbagai media. Peserta didik mengevaluasi pilihan makanan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Peserta didik mempraktikkan pertolongan pertama sesuai prinsip dan prosedur operasional standar (POS) untuk mengelola situasi yang mengancam kesehatan dan keselamatan sendiri atau orang lain.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
Pendidikan Agama: Pembahasan mengenai etika pergaulan dan nilai-nilai moral dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Biologi: Penjelasan mengenai sistem kekebalan tubuh, virus HIV, dan mekanisme penularannya.
Sosiologi/Antropologi: Diskusi tentang stigma sosial, diskriminasi terhadap ODHA, dan peran masyarakat dalam pencegahan.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Pembahasan tentang hak asasi manusia bagi ODHA dan pentingnya kepedulian sosial.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 x 45 menit)
Setelah mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning, peserta didik dapat:
Memahami pengertian HIV/AIDS, penyebab, dan cara penularannya dengan tepat, melalui diskusi kelompok dan analisis kasus, sehingga menunjukkan kesadaran diri terhadap risiko.
Menganalisis dampak HIV/AIDS terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial individu serta masyarakat dengan komprehensif, melalui studi literatur dan presentasi, sehingga menumbuhkan sikap empati dan kepedulian.
Merumuskan strategi pencegahan penularan HIV/AIDS melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menghindari perilaku berisiko dengan kreatif, melalui pembuatan infografis atau kampanye sederhana, sehingga mampu bertanggung jawab atas kesehatan diri dan orang lain.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Membedah fakta dan mitos seputar HIV/AIDS di kalangan remaja.
Dampak sosial-ekonomi HIV/AIDS pada individu dan keluarga.
Peran remaja sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Studi kasus nyata tentang kehidupan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dan upaya dukungan yang bisa diberikan.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. PRAKTIK PEDAGOGIK:
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Collaborative Learning.
Strategi Pembelajaran: Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, dan proyek pembuatan media edukasi.
Metode Pembelajaran: Brainstorming, tanya jawab, simulasi (jika memungkinkan), dan peer teaching.
Pendekatan Deep Learning:
Mindful Learning: Melibatkan peserta didik secara aktif dalam merenungkan informasi, mengidentifikasi bias, dan membangun kesadaran diri tentang risiko.
Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan pengalaman nyata peserta didik dan isu-isu kontemporer yang relevan dengan kehidupan remaja.
Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang positif, interaktif, dan tidak menghakimi, menggunakan media yang menarik, dan mendorong ekspresi kreatif.
2. KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
Modul Ajar
Contoh Modul Ajar Deep Learning PJOK
Contoh Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 11 SMA
PJOK
kelas 11 SMA
Unit 8 Mencegah Bahaya HIV/AIDS
Deep Learning
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD BAB 8 Di Sekitar Rumah Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 7 Aku Ingin Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 6 Temanku Berbeda Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Fase A Kelas 1 SD Bab 5 Teman Baru Semester 2 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 6 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Contoh-Modul-Ajar-Deep-Learning-PJOK-Kelas-11-SMAMA-Materi-Unit-8-Mencegah-Bahaya-HIVAIDS.jpg)