Opini
Ramadan dan Golongan yang Menyambutnya
Ramadan bukan sekadar perubahan jam makan, melainkan tamu agung yang menuntut persiapan mental.
Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah s.a.w. memberikan kabar gembira kepada para sahabat beliau. Beliau bersabda: telah datang kepada kalian bulan Ramadan, yaitu bulan yang diberkahi, Allah telah memfardhukan (mewajibkan) atas kalian berpuasa di bulan itu, di bulan itu dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan di bulan itu pula ada Lailatul Qadar (Malam Qadar) yang lebih baik dari seribu bulan”, Siapa saja yang terhalang dari kebaikan malam itu maka ia terhalang dari rahmah Tuhan (HR. An-Nasa’i).
Dari dua hadits di atas, sudah terjawab pertanyaan mengapa kita harus bergembira dengan daangnya bulan Ramadan.
Kemudian ada pertanyaan lagi. Apa yang harus kita persiapkan untuk menyambut bulan yang agung ini?
Jawabannya adalah kita harus mempersiapkan jiwa yang suci dan tekad yang membaja untuk berperang melawan haw nafsu, menghidupkan malamnya dengan sholat dan tilawah Alquran dan siangnya dengan beribadah kepada Allah melalui pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Selanjutnya dalam menyambut ramadan ini manusia terbagi kepada tiga golongan. Muhammad Saiyid Mahadhir dalam bukunya "Bekal Ramadan dan Idul Fithri (1): Menyambut Ramadan", menyebutkan tiga golongan itu adalah:
1. Kelompok Zhalim
Mereka ini adalah orang-orang yang kurang sekali perhatiannya terhadap bulan Ramadan. Bagi mereka kedatangan Ramadan dianggap biasa-biasa saja dan dianggap sebagai beban. Kelompok ini menyamakan bulan Ramadan dengan bulan-bulan yang lainnya.
Mereka berpuasa, tapi hanya sebagian saja, lalu sebagian lainnya mereka tinggalkan bukan karena alasan yang diperbolehkan.
Sehingga kewajiban berpuasa tidak dijalankan dengan sempurna. Bisa jadi mereka berpuasa penuh selama satu bulan, namun hari-hari mereka meninggalkan salat fardhu, banyak tidur. Inilah kezhaliman mereka untuk diri masing-masing.
Di akhirat kelak nasibnya akan menyedihkan, walaupun kita tetap berharap ampunan dan kasih sayang Allah. Orang-orang seperti ini harus diingatkan dan diajak dengan baik agar menyadari pentingnya beramal saleh di bulan Ramadan.
2. Muqtashid (Pertengahan)
Mereka adalah orang-orang yang bergembira menyambut hadirnya bulan Ramadan. Rasa gembira itu semakin menjadi-jadi karena setelah itu bakal ada libur panjang.
Ada kesadaran beragama bahwa di Ramadan waktunya untuk menghapus dosa dan mengambil banyak pahala untuk bekal di akhirat kelak. Namun, padatnya aktivitas dan kurang mantapnya iman, membuat mereka lalai mengerjakan ibadah-ibadah sunnah.
Kelompok pertengahan ini terkadang meninggalkan ibadah salat tarawih dan witir ataupun salat rawatib qabliyah dan badiyah.
Dalam satu hari itu ada rasa malas untuk membaca Al-Qur'an, sehingga target bacaan Al-Qur'an tidak tercapai. Mereka juga full berpuasa, namun ada di antara mereka yang kesehariannya terlalu banyak tidur. Amalan-amalan sunnah Ramadan tidak begitu diperhatikan.
| Meningkatkan Keakuratan Hasil Sensus Ekonomi 2026 Melalui Ground Check |
|
|---|
| Sleep Training dan Bayi yang tak Lagi Bangun: Saat Tren Parenting Berubah Jadi Peringatan |
|
|---|
| Serba Serbi Kitab Undang Undang Hukum Pidana Baru |
|
|---|
| Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan, Alarm Darurat Degradasi Moralitas Generasi |
|
|---|
| Memaknai Budaya Dalam Konteks yang Berbeda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Syamsul-Bahri.jpg)