Opini
Kepemimpinan yang Bertumbuh: Dari Pemikiran ke Gerakan
JSIT salah satu kekuatan organisasi pendidikan Islam berbasis nilai dan akidah yang kokoh di Sumsel.
Oleh: Fitriyadi
(Ketua JSIT Indonesia Daerah Kota Palembang)
SRIPOKU.COM - Perhelatan Musyawarah Wilayah VI Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) telah selesai dilaksanakan.
Agenda besar empat tahunan ini bukan sekadar forum pemilihan ketua wilayah, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat ukhuwah, menyatukan langkah, dan mengevaluasi arah perjuangan bersama sekolah-sekolah Islam terpadu di Sumatera Selatan.
Tanggal 29–30 November 2025 menjadi momen penting dengan terpilihnya Ustadz Citra Pudyardana, S.T.P. atau yang akrab disapa Ustadz Citra sebagai Ketua Wilayah JSIT Sumsel yang baru.
Beliau melanjutkan amanah estafet kepemimpinan dari Ustadz M. Fadlillah, S.Pd.I., yang selama masa baktinya telah memperkuat struktur, membesarkan jejaring, dan meneguhkan JSIT sebagai salah satu kekuatan organisasi pendidikan Islam berbasis nilai dan akidah yang kokoh di Sumsel.
Hadirnya pemimpin baru tentu membawa harapan baru. Namun, kepemimpinan bukan sekadar soal pergantian figur, melainkan perjalanan panjang menuju keterpaduan gerakan.
Jika sebelumnya JSIT dibangun melalui keterpaduan pemikiran, maka fase berikutnya adalah memastikan pemikiran itu benar-benar terwujud menjadi gerakan nyata, program yang hidup, langkah yang terukur, dan kontribusi yang terasa manfaatnya.
Memimpin organisasi sebesar JSIT bukan hanya tentang kemampuan strategi, tetapi juga tentang memastikan setiap langkah tetap berada dalam bingkai yang sudah digariskan para pendiri dan para pembina.
Aktivitas JSIT harus tetap berjalan dalam rambu nasrul fikrah (menyebarkan gagasan pendidikan Islam), tanmiyatul kafa'ah (meningkatkan kompetensi sekolah, pendidik, dan penggeraknya), serta kasbul ma'isyah (menguatkan kemandirian finansial agar dakwah pendidikan tidak bergantung pada keadaan).
Namun sebesar apa pun visi dan rencana seorang pemimpin, organisasi tidak akan bergerak tanpa dukungan anggota.
Karena itu, dalam kepemimpinan selalu ada hubungan timbal balik: Apa artinya pemimpin tanpa barisan yang dipimpin? Apa gunanya dipimpin jika tidak mau diarahkan? Apa maknanya struktur jika tidak berjalan sebagai satu kesatuan?
Organisasi akan tumbuh ketika terdapat harmoni antara pemikiran, pergerakan, dan kolaborasi.
Ketika pemimpin memberi arah, struktur menggerakkan, dan anggota menjalankan dengan semangat kebersamaan dan loyalitas, maka organisasi bukan hanya berjalan — tetapi berkembang, menginspirasi, dan memberi dampak luas.
Dan pada akhirnya, semua usaha ini bermuara pada satu visi besar: JSIT hadir bukan hanya untuk membangun sekolah Islam, tetapi menjadi penggerak dan pemberdaya sekolah Islam di Indonesia, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghadirkan kejayaan negeri ini sebagaimana cita-cita umat.
Selamat bertugas kepada pengurus baru JSIT Sumatera Selatan periode 2025–2029. Terbanglah tinggi membawa nama JSIT, namun tetap membumi dalam pelayanan.
Pastikan setiap langkah menumbuhkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya — karena dari situlah keberkahan sebuah gerakan dimulai. (*)
| Hati-hati dengan Diskon! |
|
|---|
| Digitalisasi Perbankan: Efisiensi Operasional atau Ancaman Keamanan Siber? |
|
|---|
| IHSG Awal 2026 Merosot Tajam: Mengapa Ini Justru Momentum Emas bagi Investor Jangka Panjang? |
|
|---|
| Menyelamatkan Masa Depan Santri: Agenda Mendesak Pembenahan Sistem Pesantren |
|
|---|
| Sawah Digital yang Gersang: Gajah di Tengah Ladang Kemarau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Fitriyadi.jpg)