Dugaan Pungli di Palembang
Kadishub Sumsel Bantah Keterlibatan Anak Buahnya di Kasus Dugaan Pungli Mobil Relawan Aceh
Viral dugaan pungli relawan di Palembang, Kadishub Sumsel tegas tak ada petugas di Karya Jaya. Pihak BPTD beri klarifikasi soal STNK mati.
Penulis: Siti Umnah | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Kadishub Sumatera Selatan menegaskan bahwa tidak ada personel Dishub provinsi yang bertugas di Terminal Karya Jaya terkait video viral dugaan pungli terhadap relawan bantuan Aceh
- Klarifikasi juga datang dari petugas BPTD Kelas II Sumsel yang membantah menerima uang, dan hanya menerima dua minuman kaleng sebagai ucapan terima kasih
- Dugaan pungli bermula dari pengakuan relawan yang menyebut dimintai Rp150 ribu per mobil saat melintas di Palembang
SRIPOKU.COM - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Sumatera Selatan, Ari Narsa memberikan tanggapan terkait video viral dugaan pungutan liar (pungli) yang menimpa relawan bantuan Aceh di Terminal Karya Jaya Kertapati Palembang
Pernyataan tegas tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi @dishub_sumsel pada. Jumat (9/1/2026).
Dalam unggahan tersebut, Ari selaku Kadishub Provinsi Sumsel membantah bahwa oknum yang ada di video viral tersebut adalah anggotanya.
Baca juga: Minta Uang Parkir Rp20 Ribu ke Mobil Plat Luar, 2 Juru Parkir Ilegal di Palembang Diamankan
"Izin kami klarifikasi bahwasanya petugas/personil Dishub Provinsi Sumsel tidak ada satupun yang ditugaskan atau diperbantukan di Terminal Karya Jaya," tegas Ari.
Ia menambahkan, terkait informasi viral tentang pungutan liar di Terminal Karya Jaya, pihaknya menjamin tidak ada keterlibatan personil dari kedinasan provinsi di lokasi tersebut.
"Sekali lagi kami tegaskan, tidak ada satu pun petugas yang ditugaskan di Terminal Karya Jaya Palembang," tegas dia.
Duduk Perkara Video Viral
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan video seorang wanita relawan asal Banten yang membawa bantuan menuju Aceh. Ia mengaku terkena pungli oleh oknum petugas saat melintas di Palembang.
"Jadi guys kita kena tilang oleh dishub, aneh kita mau ke Aceh, ini uangnya," ujar wanita dalam video tersebut.
Ia mengklaim dimintai uang Rp 150 ribu per mobil kecil dan menyebut transaksi dilakukan di dalam sebuah warung.
Klarifikasi Pihak BPTD Kelas II Sumsel
Berbeda dengan Dishub Provinsi, petugas dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan (instansi di bawah Kemenhub pusat) yang bertugas di lokasi memberikan klarifikasi resmi.
Tiga petugas BPTD secara tegas membantah telah menerima uang.
Mereka menyatakan hanya menerima dua botol minuman kaleng sebagai ucapan terima kasih setelah membantu mengarahkan sopir yang kedapatan mengemudikan kendaraan dengan STNK mati di depan Terminal Karya Jaya, Kamis (8/1/2026).
"Kami tidak menerima uang sepeser pun dari sopir. Yang kami terima cuma minuman dua kaleng, dan buktinya satu minuman itu masih saya simpan ada fotonya," ujar Adi, salah seorang petugas BPTD.
| Nasib Relawan Aceh Terancam Dilaporkan Pasca Ngaku Jadi Korban Pungli, Nama BPTD Sumsel Tercemar |
|
|---|
| Bantahan Pungli Oknum BPTD Sumsel Dibalas Sopir Relawan Aceh, Uang Rp150 Ribu Diletakkan di Sini |
|
|---|
| 'Sepeserpun Tak Menerima Uang' 3 Petugas BPTD Sumsel Bantah Lakukan Pungli ke Relawan Banjir |
|
|---|
| Bantah Dugaan Pungli di Palembang, BPTD Sumsel Sebut Hanya Terima Dua Kaleng Minuman |
|
|---|
| 3 Petugas Dishub yang Lakukan Pungli ke Mobil Relawan Aceh di Palembang Diamankan, Bakal Kena Sanksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Klarifikasi-Kepala-Dinas-Perhubungan-Prov-Sumsel.jpg)