Dugaan Pungli di Palembang
Bantah Dugaan Pungli di Palembang, BPTD Sumsel Sebut Hanya Terima Dua Kaleng Minuman
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan membantah keras tuduhan pungutan liar (pungli) sebesar Rp150.000
Ringkasan Berita:
- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan membantah keras tuduhan pungutan liar (pungli) sebesar Rp150.000 terhadap relawan.
- Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, ketiga petugas yang berjaga di depan Terminal Karya Jaya, Palembang menegaskan tidak ada penerimaan uang.
- Melainkan hanya menerima pemberian dua buah minuman kaleng dari pengemudi sebagai ucapan terima kasih setelah dibantu kelancaran perjalanannya.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan membantah keras tuduhan pungutan liar (pungli) sebesar Rp150.000 terhadap relawan yang membawa bantuan untuk korban banjir yang sempat viral di media sosial.
Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, ketiga petugas yang berjaga di depan Terminal Karya Jaya, Palembang menegaskan tidak ada penerimaan uang, melainkan hanya menerima pemberian dua buah minuman kaleng dari pengemudi sebagai ucapan terima kasih setelah dibantu kelancaran perjalanannya.
“Berdasarkan penuturan tiga petugas tersebut, surat-surat dan kelengkapan kendaraan minibus ELF yang diperiksa semuanya mati atau tidak sesuai lagi, kemudian pengemudi kemudian meminta bantuan agar perjalanannya menuju Aceh dapat diperlancar,” ujar Kepala Seksi Lalu Lintas BPTD Kelas II Sumatera Selatan, John Lee, Kamis (8/1/2026).
BPTD adalah singkatan dari Balai Pengelola Transportasi Darat, yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan yang bertugas mengelola dan mengawasi transportasi darat, termasuk terminal, angkutan umum, jembatan timbang, serta keselamatan jalan nasional dan pelabuhan penyeberangan di wilayahnya.
Baca juga: 3 Petugas Dishub yang Lakukan Pungli ke Mobil Relawan Aceh di Palembang Diamankan, Bakal Kena Sanksi
Tujuannya untuk memastikan transportasi darat yang aman, lancar, dan berkeselamatan, mencakup perizinan kendaraan (sertifikat Uji Tipe/ROOT) dan kalibrasi alat uji kendaraan bermotor.
Jhon Lee menjelaskan, petugas kemudian membantu perjalan itu dan sopir memberikan dua buah minuman kaleng bukan uang Rp100.000 seperti yang disebutkan di video.
Akan Ambil Langkah Hukum
Jhon Lee berharap pembuat video memberikan klarifikasi baru yang menyatakan tidak ada petugas menerima uang itu, sebab jika masih ada yang mencemarkan nama BPTD Kelas II Sumatera Selatan dengan tuduhan pungutan liar maka akan diambil langkah langkah hukumnya.
"Kita sudah periksa petugas dan tidak terbukti sehingga meminta juga agar diluruskan atau disampaikan bahwa tidak benar dugaan pungli itu, kepada pembuat video juga agar mengklarifikasi hal itu karena mencemarkan nama BPTD Sumsel," tutupnya.
Viral di Medsos
Sebelumnya sebuah video beredar dengan narasi relawan asal Banten bawa bantuan menuju Aceh, alami pungli petugas Dishub di Palembang.
"Jadi guys kita kena tilang oleh dishub,aneh kita mau ke Aceh, ini uangnya,' ujar wanita di dalam video.
Wanita di dalam video mengungkapkan petugas melakukan penyetopan kepada kendaraan yang melintas.
Kemudian melakukan transaksi di dalam warung.
"Berapa, seratu lima puluh satu mobil yang kecil entah yang gede berapa ya, biasalah ngisi perut biar makin buncit perutnya," ujarnya.
| Nasib Relawan Aceh Terancam Dilaporkan Pasca Ngaku Jadi Korban Pungli, Nama BPTD Sumsel Tercemar |
|
|---|
| Bantahan Pungli Oknum BPTD Sumsel Dibalas Sopir Relawan Aceh, Uang Rp150 Ribu Diletakkan di Sini |
|
|---|
| Kadishub Sumsel Bantah Keterlibatan Anak Buahnya di Kasus Dugaan Pungli Mobil Relawan Aceh |
|
|---|
| 'Sepeserpun Tak Menerima Uang' 3 Petugas BPTD Sumsel Bantah Lakukan Pungli ke Relawan Banjir |
|
|---|
| 3 Petugas Dishub yang Lakukan Pungli ke Mobil Relawan Aceh di Palembang Diamankan, Bakal Kena Sanksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/BPTD-II-Sumsel-klarifikasi.jpg)