Dugaan Pungli di Palembang
Nasib Relawan Aceh Terancam Dilaporkan Pasca Ngaku Jadi Korban Pungli, Nama BPTD Sumsel Tercemar
Kontras, pengakuan antara petugas Kementerian Perhubungan dan sopir relawan bantuan kemanusiaan kembali memunculkan polemik dugaan pungutan liar
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:1. BPTD Kelas II Sumatera Selatan menegaskan tidak ada pungutan liar dalam kasus yang viral dan menyatakan siap membawa persoalan ini ke ranah hukum.2. Pihak BPTD Sumsel membuka peluang melaporkan relawan pembuat video dugaan pungli jika tidak segera melakukan klarifikasi, karena tudingan tersebut dinilai merugikan dan mencemarkan reputasi lembaga.
SRIPOKU.COM - Kontras, pengakuan antara petugas Kementerian Perhubungan dan sopir relawan bantuan kemanusiaan kembali memunculkan polemik dugaan pungutan liar (pungli) di Palembang.
Petugas Kemenhub bernama Raden Muhammad Adi Surawijaya dengan tegas membantah melakukan pungli dalam peristiwa yang viral di media sosial tersebut.
Atas bantahan tersebut, Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan, Sungai, Danau Penyeberangan, dan Pengawasan BPTD Kelas II Sumsel, Milfer Jonely, turut buka suara.
Ia menegaskan, pihaknya siap membawa masalah ini ke jalur hukum.
BPTD Sumsel tidak segan-segan melaporkan relawan terkait tuduhan pungli karena telah mencemarkan nama baik.
Oleh karenanya, Jonely mendesak relawan yang bersangkutan juga segera membuat klarifikasi.
"Kepada pembuat video juga agar mengklarifikasi hal itu karena mencemarkan nama BPTD Sumsel," katanya.
Baca juga: Bantahan Pungli Oknum BPTD Sumsel Dibalas Sopir Relawan Aceh, Uang Rp150 Ribu Diletakkan di Sini
Sementara itu, akun @Sanusitandisandi mengunggah video klarifikasi dari seorang sopir relawan bantuan untuk Aceh terkait dugaan pungutan liar (pungli) yang sebelumnya dibantah oleh petugas BPTD Sumsel.
Menanggapi hal tersebut, sopir bus tersebut ikut bongkar fakta yang sebenarnya.
Dikutip dari Instagram @Sanusitandisandi, pemilik akun mempertanyakan klarifikasi Dishub yang menyebut petugas tidak menerima uang secara langsung dari sopir relawan.
“Jadi Pak Dishub mengklarifikasi bahwa tidak menerima uang dari tangan om. Kalau klarifikasi dari om sendiri seperti apa,?” tanya pemilik akun.
Menanggapi hal itu, sopir relawan membenarkan bahwa dirinya memang tidak menyerahkan uang langsung ke tangan petugas Dishub.
Namun, ia mengaku diperintahkan untuk meletakkan uang di tempat tertentu.
“Betul memang saya tidak memberikan uang ke tangan beliau (petugas Dishub), tetapi saya diperintahkan untuk menaruh uang itu di tempat yang sudah ditentukan oleh bapak tersebut. Uangnya disuruh diletakkan di pucuk atau di atas, makanya saya taruh di situ,” ujar sopir relawan.
Pemilik akun kemudian menegaskan kembali bahwa sopir relawan tersebut tidak menyerahkan uang secara langsung, melainkan meletakkannya di lokasi yang ditunjuk atas arahan petugas, yang diduga sebagai praktik pungutan liar.
Klarifikasi Oknum Diduga Lakukan Pungli
| Bantahan Pungli Oknum BPTD Sumsel Dibalas Sopir Relawan Aceh, Uang Rp150 Ribu Diletakkan di Sini |
|
|---|
| Kadishub Sumsel Bantah Keterlibatan Anak Buahnya di Kasus Dugaan Pungli Mobil Relawan Aceh |
|
|---|
| 'Sepeserpun Tak Menerima Uang' 3 Petugas BPTD Sumsel Bantah Lakukan Pungli ke Relawan Banjir |
|
|---|
| Bantah Dugaan Pungli di Palembang, BPTD Sumsel Sebut Hanya Terima Dua Kaleng Minuman |
|
|---|
| 3 Petugas Dishub yang Lakukan Pungli ke Mobil Relawan Aceh di Palembang Diamankan, Bakal Kena Sanksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Bantahan-Pungli-Oknum-BPTD-Sumsel-Dibalas-Sopir-Relawan-Aceh-Uang-Rp150-Ribu-Diletakkan-di-Sini.jpg)