Berita kesehatan

Fakta dan Mitos Seputar Puasa Bagi Ibu Hamil yang Wajib Diketahui

dr Rizwan dari RS Az-Zahra Palembang mengatakan ibu hamil boleh berpuasa asal kondisi fisik dan mental sehat, tapi boleh dibatalkan jika dehidrasi.

Penulis: Hartati | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Hartati
PUASA IBU HAMIL - Dokter kandungan dari Rumah Sakit Az-Zahra Palembang, dr Rizwan, menjelaskan secara medis apa saja fakta dan mitos itu saat menjadi narasumber Tamu Tribun dengan topik puasanya ibu hamil di bulan Ramadan. 

 

Ringkasan Berita:
  •  Dokter kandungan dr Rizwan mengatakan Ibu hamil boleh puasa asal sehat fisik dan mental
  • Atur asupan gizi seimbang dan sesuai kebutuhan agar puasa lancar.
  • Tapi jika dehidrasi dan berpotensi pingsan maka batalkan saja puasa sebab berbahaya bagi janin dan ibunya.

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Fakta dan Mitos seputar ibu hamil yang berpuasa di bulan Ramadan kerap menjadi perbincangan di masyarakat. Ada anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh berpuasa karena dapat mengganggu perkembangan janin.

Sebaliknya, ada pula yang meyakini ibu hamil tetap boleh berpuasa agar kelak anak terbiasa berpuasa sejak dalam kandungan.

Menanggapi hal tersebut, dokter kandungan Rumah Sakit Az-Zahra Palembang, dr Riswan, menjelaskan secara medis apa saja fakta dan mitos itu saat menjadi narasumber Tamu Tribun puasanya ibu hamil di bulan Ramadan.

Dokter Kandungan RS Az-Zahra Palembang, dr Riswan, SpOG-Subsp FER yang juga Anggota IDI Palembang dan POGI Palembang itu menjelaskan, bahwa pada dasarnya ibu hamil diperbolehkan berpuasa selama kondisi fisik dan mentalnya sehat serta siap menjalankannya.

Namun, jika kondisi ibu tidak memungkinkan, puasa tidak boleh dipaksakan karena dapat membahayakan kesehatan ibu maupun janin.

Menurutnya, masa paling rentan dalam kehamilan adalah trimester pertama.

Pada fase ini terjadi pembentukan organ-organ vital janin, mulai dari kepala, tangan, kaki hingga organ dalam.

"Trimester pertama juga biasanya keluhan ibu hamil paling banyak mulai dari sulit makan, mual dan ngidam sehingga jika kondisi tidak memungkinkan maka sebaiknya tidak puasa," katanya, Rabu (18/2/2026).

dr Rizwan mengatakan karena itu, ibu hamil di trimester pertama perlu lebih berhati-hati dan memastikan kondisi tubuh benar-benar prima sebelum memutuskan berpuasa.

Memasuki trimester kedua, proses pertumbuhan dan penyempurnaan organ masih berlangsung.

Ibu hamil tetap diperbolehkan berpuasa apabila kondisi dirinya dan janin dalam keadaan sehat serta terpantau baik.

Sementara itu, trimester ketiga disebut sebagai fase yang relatif lebih aman untuk berpuasa, karena organ janin telah terbentuk dan memasuki tahap penyempurnaan.

Meski demikian, tetap dengan catatan bahwa ibu dan janin berada dalam kondisi sehat.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved