Berita kesehatan

Waspada Serangan Hipertensi, Rajin Konsumsi Tiga Makanan Ini Untuk Pencegahan

Hipertensi sendiri sering disebut "silent killer", karena jarang menunjukkan gejala sehingga si penderita mengabaikannya.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Fadhila Rahma
Tribun Jateng
Ilustrasi Hipertensi 

SRIPOKU.COM -- Hipertensi tak terkontrol disebut menjadi pemicu terjadinya pendarahan otak yang dialami oleh Tukul Arwana.

Nyatanya, langkah untuk mendeteksi dini apakah seseorang mengidap hipertensi  bisa melalui medical check up.

Seringkali persoalan medical check up terlupakan, padahal dari sini Anda bisa mengetahui kondisi tubuh apakah baik atau tidak.

Hipertensi sendiri sering disebut "silent killer", karena jarang menunjukkan gejala sehingga si penderita mengabaikannya.

Jika terus dibiarkan, darah tinggi atau hipertensi bisa berujung pada penyakit jantung, ginjal, stroke, dan jenis penyakit lain bisa terjadi.

Pendarahan otak juga dapat terjadi bila terjadi serangan darah tinggi secara spontan, seperti yang dialami Tukul Arwana.

Baca juga: Jarang Check Up, Penyebab Hipertensi Tukul Arwana tak Terdeteksi, Manajer tak Tahu Riwayat Penyakit

Gejala pendarahan otak sering datang tiba-tiba.  Gejala umum dari pendarahan otak meliputi:

- Perubahan tingkat kesadaran atau kewaspadaan seperti pingsan atau tidak responsif
- Kesulitan menelan Kesulitan dalam berpikir, berbicara, memahami, menulis atau membaca
- Kehilangan penglihatan atau perubahan penglihatan
- Mati rasa atau kelemahan - Kelumpuhan
- Kejang Sakit kepala parah

Mengutip dari Kontan, dikatakan krisis hipertensi adalah dimana kondisi ketika tekanan darah Anda cukup tinggi untuk dianggap sebagai keadaan darurat.

Krisis hipertensi terjadi ketika tekanan darah Anda sangat tinggi sehingga dapat mengobarkan pembuluh darah Anda dan mengganggu kemampuan sistem kardiovaskular Anda untuk bekerja sebagaimana mestinya, menempatkan Anda pada risiko stroke, serangan jantung, atau penyakit parah lainnya.

Krisis hipertensi dibagi menjadi dua kategori: mendesak dan darurat.

Baca juga: Syarat Masuk Mall Pakai Kartu Vaksin?

Dalam krisis yang mendesak, tekanan darah Anda lebih dari 180 sistolik (angka atas) atau 110 diastolik (angka bawah).

Namun, Anda biasanya tidak mengalami gejala apa pun untuk menunjukkan kerusakan organ.

Dalam krisis darurat, tekanan Anda lebih dari 180 (atas) atau 120 (bawah) dan Anda juga memiliki gejala yang menunjukkan organ Anda menjadi rusak.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved