Opini
Menilik Kualitas Kesehatan Penduduk Kota Palembang
Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas kesehatan penduduk di suatu daerah adalah angka kesakitan (morbiditas).
MENURUT WHO (1958), kesehatan adalah sebagai kesejahteraan fisik, mental dan sosial. Saat ini, penyakit bukan lagi dianggap sebuah kondisi, namun ditanggapi sebagai sebuah proses di mana manusia atau orang harus mengendalikan dan memperbaiki status kesehatannya.
Adapun determinan atau hal yang mempengaruhi status kesehatan baik individu maupun kelompok, diantaranya: perilaku individu, kondisi sosial, genetik dan biologi, perawatan kesehatan dan lingkungan fisik. Adapun faktor spesifik yang mempengaruhi kesehatan diantaranya penghasilan dan status sosial.
Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas kesehatan penduduk di suatu daerah adalah angka kesakitan (morbiditas). Angka ini menggambarkan keadaan sakit atau tidak sehat yang dialami penduduk di saat survei dilakukan.
Melalui angka morbiditas dapat disusun strategi dan perencanaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kualitas hidup penduduk di suatu daerah. Angka morbiditas dapat diperoleh dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan BPS setiap tahun yakni berdasarkan keluhan kesehatan yang dialami penduduk.
Keluhan kesehatan yang ditanyakan kepada sampel rumahtangga di data KOR Susenas yaitu: panas, batuk, pilek, diare, pusing, sakit kepala, penyakit akut, penyakit kronis, karena kecelakaan, kriminalitas, atau keluahan lainnya.
Keluhan kesehatan adalah keadaan seseorang yang mengalami gangguan kesehatan atau kejiwaan, baik karena gangguan/penyakit yang sering dialami penduduk.
Berdasarkan hasil Susenas Maret 2024, angka morbiditas Kota Palembang pada tahun 2024 sebesar 7,70. Angka morbiditas Kota Palembang jauh di bawah angka morbiditas Sumatera Selatan sebesar 11,66 persen. Angka morbiditas Kota Palembang di tahun 2024 merupakan terendah dibandingkan angka morbiditas kabupaten/kota lainnya di Sumatera Selatan.
Hal itu mengungkapkan bahwa kualitas Kesehatan penduduk Kota Palembang secara rata-rata lebih baik dibandingkan kualitas kesehatan penduduk di kabupaten/kota lainnya di Sumatera Selatan.
Apabila diperhatikan lebih lanjut pada kurun waktu 2020-2024 angka morbiditas Kota Palembang relatif tidak stabil atau mengalami fluktuasi. Angka morbiditas Kota Palembang pernah sangat tinggi, di mana pasca puncak pandemi Covid-19 angkanya mencapai 27,65 di tahun 2021.
Bahkan kualitas kesehatan penduduk Kota Palembang di tahun 2021 merupakan yang terburuk dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Selatan, jauh di atas angka morbiditas penduduk Sumatera Selatan sebesar 12,06.
Tetapi melalui upaya di bidang Kesehatan, seperti: pencegahan penyakit, pengobatan dan pelayanan kesehatan yang baik dan merata, angka morbiditas Kota Palembang di tahun 2022 menurun tajam menjadi 9,80 di tahun 2022, dan turun lagi menjadi 6,04 di tahun 2023. Hal ini mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Palembang melalui OPD terkait cukup berhasil dalam menjaga dan memperbaiki kualitas Kesehatan penduduknya.
Capaian itu diduga didukung kesadaran penduduk Kota Palembang untuk menjaga kesehatan keluarga/pribadi melalui pola hidup sehat, berobat ke fasilitas kesehatan dasar serta memanfaatkan konsultasi medis.
Peluang dan Tantangan
Terdapat banyak cara dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan diri sendiri, di antaranya: melakukan diet, memelihara tubuh melalui konsumsi vitamin dan mineral yang dianjurkan tenaga medis, latihan fisik untuk mempertahankan kebugaran fisik, daya tahan, kekuatan dan fleksibilitas keseimbangan otot.
Selain itu mencukupkan kuantitas dan kualitas tidur agar tidak terjadi penambahan atau pengurangan berat tubuh yang signifikan atau menjaga berat tubuh ideal .
Di sisi lain pemerintah daerah harus memandang kesehatan sebagai kebutuhan sosial yang harus dipenuhi melalui penyediaan tenaga kesehatan yang memadai seperti: tenaga medis (dokter dan dokter gigi), tenaga keperawatan, bidan, dokter spesialis, dll, serta penyediaan tempat atau fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, posyandu dan lain lainnya.
| Sleep Training dan Bayi yang tak Lagi Bangun: Saat Tren Parenting Berubah Jadi Peringatan |
|
|---|
| Serba Serbi Kitab Undang Undang Hukum Pidana Baru |
|
|---|
| Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan, Alarm Darurat Degradasi Moralitas Generasi |
|
|---|
| Memaknai Budaya Dalam Konteks yang Berbeda |
|
|---|
| Opini: Memaknai Budaya Dalam Konteks yang Berbeda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Reni-Juwita.jpg)