Opini

Jengkol Komoditas Unggulan Pembawa Cuan

Beberapa negara tujuan ekspor Indonesia untuk komoditas jengkol adalah Hongkong, Jepang, Malaysia, Singapura, China dan Arab Saudi.

Editor: tarso romli
handout
Jemmy Saputra, SM - Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan. 

BUKAN rahasia lagi bahwa Indonesia memiliki tanah yang subur dan kekayaan alam yang melimpah. Mulai dari beragam flora dan fauna serta hasil bumi yang melimpah. Salah satu hasil bumi memiliki beragam manfaat walau memiliki bau yang khas dan tajam adalah tanaman jengkol

Jengkol menjadi salah satunya makanan yang masuk dalam kategori tanaman sayuran. Tanaman sayuran ini identik dengan bau khas yang menguar pasca dikonsumsi. Tanaman sayuran ini juga banyak diminati masyarakat baik lokal maupun mancanegara.

Buah dari tanaman jengkol ini dapat dikonsumsi mentah sebagai lalapan atau bisa dimasak menjadi masakan yang nikmat. Selain di buat masakan, buah jengkol sering dibuat makanan olahan seperti keripik/kerupuk jengkol yang banyak diminati semua kalangan masyarakat.

Selain untuk dijadikan masakan dan makanan olahan, jengkol memiliki beragam manfaat bagi kesahatan kita.

Jengkol memiliki beberapa manfaat kesehatan, antara lain membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol kadar gula darah, meningkatkan fungsi pencernaan, meningkatkan kesehatan tulang, dan meningkatkan fungsi ginjal. Selain itu, jengkol juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi berat badan.

Beberapa manfaat jengkol bagi kesehatan antara lain:
1. Sumber Nutrisi: Jengkol mengandung protein, vitamin (terutama vitamin A, B1, B2, dan C), serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi yang penting bagi tubuh.
2. Antioksidan: Kandungan antioksidan dalam jengkol dapat membantu melawan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel.
3. Kesehatan Pencernaan: Serat dalam jengkol muda membantu memperlancar pencernaan dan mencegah sembelit .
4. Menjaga Kesehatan Jantung: Kandungan kalium dalam jengkol dapat membantu mengontrol tekanan darah dan mendukung kesehatan jantung.
5. Mengontrol Gula Darah: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jengkol dapat membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes.

Memiliki berbagai manfaat dan digemari untuk di konsumsi, komoditas jengkol ini juga memiliki pasar yang besar di mancanegara sehingga mejadi salah satu komoditas ekspor. Beberapa negara tujuan ekspor Indonesia untuk komoditas jengkol adalah Hongkong, Jepang, Malaysia, Singapura, China dan Arab Saudi dengan permintaan yang terus berfluktuasi di masing-masing negara.

Permintaan pasar negara-negara tersebut tertarik pada jengkol karena adanya permintaan dari komonitas diaspora serta keunikan rasa yang berbeda dengan komoditas lokal di sana. Sebagai informasi, dari data Badan Pusat Statistik, untuk produksi jengkol Indonesia sendiri yaitu sebesar 1.690.568 kwintal pada tahun 2024. Pada level propinsi, salah satu produsen jengkol adalah Sumatera Selatan.

Produksi tanaman jengkol di Sumatera Selatan sebesar 69.501 kwintal pada tahun 2024, angka ini menurun di bandingkan tahun sebelunya yaitu sebesar 82.071 kwintal pada tahun 2023. Angka ini diperoleh dari beberapa kabupaten terbesar penghasil jengkol, salah satunya adalah Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Kabupaten Ogan Komering Ulu merupakan salah satu kabupaten yang banyak menanam tanaman jengkol. Walaupun tanaman jengkol ini belum ada yang menanam dalam satu lahan yang luas (bukan campur atau tumpeng sari dengan tanaman lain) tetapi untuk komoditas tanaman jengkol ini termasuk kedalam 10 produk unggulan di kabupaten OKU berdasarkan hasil sensus pertanian tahun 2023.

Walaupun termasuk salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Ogan Komering Ulu, tanaman jengkol masih kurang diminati untuk dijadikan tanaman utama sebagai sumber penghasilan.

Hal ini dikarenakan tanaman jengkol termasuk tanaman yang berbuah lebat satu kali dalam setahun dan terkadang ada yang bisa sampai dua kali dalam setahun. Walau sering juga berbuah setiap saat tetapi hanya mampu mencukupi kebutuhan pasar lokal, namun tidak mampu untuk mencukupi untuk kebutuhan permintaan dari para pengepul.

Di pengepul sendiri jengkol akan dikirim keluar daerah khususnya di pulau jawa karena harga jual di pulai jawa cukup tinggi yang bisa mencapai Rp. 40.000,- per kilogram. Harga beli jengkol dari petani pun bervariasi karena melihat wilayah dan musim. Pada saat musim panen (antara Desember dan Januari), harga yang ditawarkan oleh pengepul bervariasi di berbagai wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Ada yang menawarkan harga tinggi dan ada juga yang rendah. Harga yang ditawarkan pengepul ke petani mulai dari  Rp. 7.000,- sampai Rp. 15.000,-.

Hal ini lah yang membuat masyarakat kurang minat untuk menanam tanaman jengkol secara khusus di satu lahan, mereka lebih memilih untuk menanam tanaman jengkol sebagai tanaman sampingan. Harga yang terkadang murah dan musim yang tidak menentu membuat masyarakat enggan menjadikan jengkol sebagai komoditas pertanian utama mereka.

Melihat dari berbagai manfaat yang ditawarkan dari tanaman jengkol ini dan ketersedian produksi jengkol yang melimpah di Kabupaten Ogan Komering Ulu, dapat membuat ladang cuan bagi masyarakat.

Hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan cuan dari tanaman sayuran yang baunya semerbak ini adalah dengan membuat produk olahan dari hasil produksi jengkol itu sendiri. Karena saat ini masih belum banyak industri lokal yang mampu membuat produk olahan dari jengkol.

Dengan membuat olahan jengkol akan meningkatkan nilai jual dari jengkol tersebut dan secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan jengkol pada pasar lokal.

Meningkatnya permintaan pasar lokal diharapkan akan membangun kesadaran masayarakat terkhususnya petani akan pentingnya tanaman jengkol sehingga masyarakat bisa memanfaatkan lahan kosong atau memperbanyak tanaman jengkol untuk meningkatkan hasil produksi agar permintaan lokal bisa terpenuhi.

Dengan demikian akan meningkatkan pendapatan masyarakat tersebut.

Untuk itulah, pembinaan dan penyuluhan masyarakat tentang manfaat apa yang dapat diambil serta bagaimana pengelolaan dan pengolahan dari tanaman jengkol perlu ditingkatkan. 

Tanaman jengkol merupakan tanaman sayuran yang memiliki potensi cuan yang berlimpah, pemerintah harus mengambil langkah untuk membina masyarakat dalam memanfaatan hasil produksi tanaman jengkol baik dari sisi pemasaran dan sisi produk olahan buah jengkol. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengadakan pelatihan bagaimana membuat masakan olahan dari buah jengkol. Kita berharap dengan langkah tepat yang diambil pemerintah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved